Queeny pov Telah seminggu Papa di ICU. Gue masih setia menunggu Papa di luar ICU. Gue hampir tak pernah pulang rumah. Percuma juga, di rumah gue tak bisa tidur atau istirahat. Kalau tak melihat kondisi Papa gue merasa tak lega. Kemarin gue telah mengusir Dean dari hadapan gue, ternyata pagi ini dia kembali muncul di rumah sakit. "Ngapain lo datang kemari lagi?" hardik gue kejam. Dean cuek gue jutekin. Dia justru duduk santai di bangku rumah sakit seakan di rumah sendiri. "Apa kamu memutuskan untuk membeli rumah sakit ini?" Gue membulatkan mata, bingung mendengar pertanyaan Dean yang tak berujung pangkal. "Enggak! Buat apa?!" sarkas gue. "Bagus. Kalau begitu kamu tidak berhak mengusirku dari sini," ucap Dean puas, ia duduk dengan mata terpejam mata seakan tak ingin diganggu.

