“Kita harus pulang –“ Bukannya mengikuti ajakanku, Irene malah menarikku kembali. Ia sepertinya masih belum mengerti dengan apa yang aku katakan ini. “Irene –“ “Kamu khawatir setelah mendengar Gee menjenguknya? Kenapa? kamu mencurigainya?” Aku tak bisa berbohong lagi dengan apa yang Irene tanyakan itu. Aku mengangguk jujur tentang apa yang aku selidiki selama ini. “Iya. Aku menaruhnya sebagai list orang yang kami curigai.” “Kenapa?” “Aku tak bisa menjelaskannya padamu sayang. Ini rahasia penyelidikan.” “Berarti aku juga memiliki potensi untuk dicurigai?” Aku mengangguk. Atau lebih tepatnya semua orang bisa dicurigai menjadi pelaku. Irene memahaminya. Aku menarik tangannya untuk bisa kupeluk dari dekat. “Ini masih dugaan. Dan aku –“ “Tapi kita juga tidak bisa mengatakan Alice da

