BM episode 3

1099 Words

“Sial! Sampai kapan dia akan membunuh orang-orang!” gumamku. Irene kemudian menyadarkaku setelah ia meletakkan tangannya di bahuku. Memelukku dari belakang sambil memberikan aku semangat. Tapi ia berkata dengan lirih. Membuatku tertegun karena dia pasti terganggu dengan apa yang sudah aku lakukan. “Apa kita batalkan saja kencannya?” Aku menoleh. Tentu bukan itu yang aku harapkan. Aku langsung matikan televisi kemudian menatap Irene lekat-lekat. Ia tampak biasa saja meski di wajahnya juga ada guratan kekhawatiran atas umpatanku tadi. “Oh tidak...tidak. Kita tetap pergi, oke?” “Tapi tadi —“ “Aku hanya kesal karena beritanya itu-itu saja. Sekarang kan aku bebas. Tidak dipaksa untuk selesaikan kasus secepatnya,” omelku. Hanya sekedar untuk membuat Irene kembali tenang. Irene menganggu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD