Zeta menatap kosong ke luar jendela mobil, pikiran nya melayang pada kejadian tadi. Bayangan tatapan sendu Sabrina hadir di benak nya, bagaimana air mata itu mengalir dengan cepat. Serta bagaimana lirihan kekecewaan gadis itu. "Sejahat apa pun yang Sabrina lakuin Zi, itu semua semata-mata hanya karna diri lo." Perkataan Vinny tadi terngiang di pendengaran nya. Membuat gumpalan cairan di mata nya itu mengalir tanpa berusaha untuk dia tahan. Zeta tersentak saat punngung tangan kanan nya di sentuh oleh sesuatu yang dingin. Dia menghapus air mata nya, lalu menoleh pada Malvin yang duduk di samping nya. Bahkan dia tidak sadar jika mobil sport itu telah lama berhenti. Zeta menatap lekat pada Malvin yang sibuk mengompres tangan nya dengan es batu, entah darimana cowok itu mendepatkan nya. S

