Zeta tidak mengalihkan pandangan nya sedikit pun dari depan. Sudah terhitung selama 30 menit dia hanya berdiam diri di balkon kamar, menikmati semilir angin sore yang begitu menyejukkan. Pasal nya, langit sore itu sedikit terlihat lebih gelap dari biasa nya. Seperti nya akan turun hujan. Zeta menatap langit tersebut, awan hitam semakin berkumpul dan mengusir gerombolan awan putih. Dia tersenyum sekilas, dugaan nya benar, tidak lama setelah itu hujan perlahan turun membasahi ibukota. Untuk sesaat Zeta termenung, adegan demi adegan mulai berputar di benak Zeta, setiap kali mata nya menatap rintik hujan yang turun. "Bosen gue Zi, ke sini cuman buat ngelihatin lo merhatiin air turun." "Ya elah, lo gak ikhlas banget nemenin gue." "Ikhlas gue Zi, ikhlas lilahi ta'ala. Cuman ini hujan nya de

