EMPAT PULUH EMPAT

2770 Words

Hancim... Hancim... Zeta mengusap hidung nya yang begitu gatal sejak semalam, bahkan kini hidung putih itu telah berubah menjadi merah karna berulang kali dia usap dengan kuat.  Sejak semalam gadis itu terserang flu, setelah pulang dari makam Dinda. Hancim... Tangan Malvin sejak tadi tidak berhenti mengusap puncak kepala Zeta, dia menatap gadis itu yang tidak berhenti bersin, dan wajah yang tampak pucat pasi. "Kamu yakin gak papa? Aku khawatir loh Zi." Malvin menangkup wajah kekasih nya itu, menatap penuh kekhawatiran ke mata sayu milik Zeta. "Kita ke rumah sakit ya?" Zeta menarik nafas nya perlahan, lalu menggeleng. "Aku gak papa kok Vin, cuman flu aja. Mungkin karna sore kemarin hujan-hujanan." "Ck, kamu sih aku suruh nunggu di mobil, malah nekad keluar. Jadi flu kan." Omel Malvin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD