EMPAT PULUH LIMA

2836 Words

Malvin memacu kaki nya berlari di sepanjang koridor rumah sakit itu. Perasaan khawatir kini menghinggapi d**a nya, saat mendapatkan kabar dari Sarbrina bahwa Zeta pingsan dan di lari kan ke rumah sakit. Di belakang cowok itu di susul oleh Gevan, Rendra dan Risky. Malvin harus rela meninggalkan rapat nya karna hal ini, dia tidak mungkin bisa berkonsentrasi jika belum memastikan kondisi Zeta dengan mata kepala nya sendiri. Sabrina yang tengah duduk di bangku tunggu, seketika berdiri saat mendengar bunyi langkah tergesa-gesa beberapa orang yang mendekat. "Gimana kondisi Zeta?" Tanya Malvin cepat sarat akan kekhawatiran. Sabrina menggeleng pelan, "Masih di periksa." Jawab nya tak kalah pelan. Malvin mengusap gusar wajah nya, dia lalu menatap tajam pada Sabrina. "Kenapa Zeta bisa pingsan?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD