"Sayang! Makan dong, biar tenaga kamu pulih." Malvin terus saja membujuk Zeta agar mau membuka mulut dan menerima suapan bubur dari nya. Namun, gadis itu terus saja menggeleng dan mengalihkan pandangan dari nya. "Zi, kalau kamu gak makan gimana cara nya minum obat. Sedikit aja sayang." Zeta mendorong pelan tangan Malvin, "Aku gak mau Vin. Gak enak, lidah aku rasa nya pahit." lirih gadis itu. Malvin menghela nafas nya dengan berat, lalu menaruh kembali mangkok di tangan nya ke atas meja. Menit berikut nya, di tatap nya wajah gadis itu dengan lekat. "Kamu kenapa?" Di raih nya dagu Zeta, dan di tatap nya mata gadis itu dengan kembut. Zeta menunduk dan menggeleng pelan. "Kamu mau aku panggilin temen-temen kamu lagi? Apa gimana sayang?" Zeta lagi-lagi menggeleng, beberapa menit yang lal

