TIGA PULUH

2555 Words

Zeta berlari menuruni tangga, sesekali dia terkekeh pelan ketika mengingat wajah cengo kekasih nya itu. Sesekali dia menoleh ke belakang, hingga tubuh nya menubruk tubuh tegap seseorang. Brukk... "Egh--" "Untung nabrak papa, bukan nabrak meja." Zeta terkekeh mendapati papa nya berdiri tepat di depan nya. "Maaf pa." Rezaldi tersenyum lembut dan mengusap puncak kepala Zeta. "Kenapa sayang? Lari-lari gitu, kamu baru sembuh loh." "Gak kenapa-kenapa kok pa. Tadi aku---" "Habis cium Malvin om." Zeta membulatkan mata nya mendengar suara kekasih nya tepat berada di belakang nya. Dia bahkan merasakan berat di kepala nya saat tangan Malvin bertengger di sana. Malvin menaikkan sebelah alis nya ke pada Zeta yang mendongak menatap nya. "Apa sih kamu." Malvin merangkul Zeta, mengecup puncak ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD