Risky yang berada di balik stir mobil tersebut melirik seseorang yang duduk di bangku belakang melalui kaca spion. Di sana, tampak Malvin yang duduk dengan pandangan kosong ke arah luar jendela. Gevan yang duduk di samping Malvin juga ikut menatap cowok itu yang sudah tiga hari ini tidak ada perubahan sama sekali. Seperti orang yang tidak lagi mempunyai semangat hidup. "Ck, udah lah Vin. Ini kita kan udah mau ke rumah sakit." Risky bersuara dan kembali fokus ke jalanan yang di guyur hujan sangat deras. "Iya Vin, tadi kata Lisa juga Zeta baik-baik aja." Tanbah Rendra yang duduk di bangku depan. Malvin masih tetap tidak bersuara, bahkan mekirik ke arah teman-teman nya saja tidak. Mata nya fokus ke luar jendela, menatap rintik hujan yang semakin deras mengguyur ibu kota. Pikiran nya terus

