Valen menjatuhkan b****g nya di bangku taman rumah sakit tersebut. Membiarkan semilir angin menyapu permukaan kulit nya, mungkin suasana seperti ini lah yang memang sangat di butuhkan nya kini. Di usap nya gusar wajah nya, lalu pandangan gadis itu lurus ke depan. "Maaf Valen, pihak rumah sakit tidak bisa memperpanjang administrasi perawatan ibu kamu. Ini sudah peraturan rumah sakit, saya hanya sebagai dokter di sini." Ucapan dokter itu terngiang-ngiang di pendengaran Valen. Besok, ibu nya mau tidak mau harus di bawa nya keluar dari rumah sakit ini. Karna biaya yang tidak bisa di lunasi nya lagi. "Gimana? Lo masih mau ngebantah dari gue hmm?" Valen mengangkat kepala nya, ketika suara dingin seseorang terdengar di dekat nya. "Valen! Valen! kita itu sebenarnya simbiosis mutualisme. Lo ba

