Happy Reading . . . "Mengapa kamu seperti perempuqn?" protes Kesya memotong pidato Rangga yang sepertinya akan berlangsung sampai berjam-jam kalau dibiarkan "Apa katamu?" timpal Rangga tak terima "Harusnya aku yang cerewet!" "Oh, ya?" "Awas kalau kamu macam-macam di sana!" tekan Kesya, kembali pada topik awal. Cup! Rangga mengecup kelopak mata istrinya yang sedang menatap matanya dalam "Aku suka tatapanmu, jangan sesekali memberikannya kepada yang lain. Mengerti?" Kesya yang tertegun dan mengangguk pelan. Perasaan suhu tubuhnya sejak tadi biasa saja, tapi kenapa tiba-tiba jadi panas sekali, AC? haruskah ditambah jadi 2 atau 3 lagi disini? dan rona pipi pun menjadi tergambar jelas pada wajah cantiknya "Kamu belum menjawab" tagih Kesya, sekalian untuk beralih obrolan yang lebih sa

