"Pa! Aku tu benci banget sama Fiona. Bisa nggak sih papa itu singkirkan Fiona dari hidup aku. Buat selamanya kalau bisa." Lifia merengek manja pada sang papa. Wahyu. Meminta papa nya untuk melenyapkan Fiona dari kehidupannya. "Kenapa tidak kamu manfaatin aja papa baru kamu itu sayang? Buat nyingkirin si Fiona itu." Bicara Wahyu pada putrinya. Memberikan solusi yang menurutnya adalah yang terbaik untuk saat ini. "Boro-boro nyingkirin Fiona. Kalo aku ngadu, yang ada malah aku yang mendapatkan hukuman!" Geram Lifia kesal. Memamerkan wajah cemberutnya. "Kok bisa begitu?" Wahyu mengernyit kaget. Apa yang diceritakan oleh putrinya Lifia barusan, sungguh diluar ekspektasinya sama sekali. "Untung aku masih sayang sama kartu-kartu kredit yang udah di kasih sama aku. Juga mobil sport limited edi

