Makan Siang yang Panas

1096 Words

“Bude, liat ini deh!” Adell mencondongkan tubuh sambil menyodorkan ponselnya ke arah Mama Vania yang sedang sibuk menuang sayur ke mangkuk. Mama Vania melirik sekilas, lalu tertawa kecil. “Wah, Aleeya cantik banget hari ini. Gaunnya bagus, ya.” “Dress dusty pink-nya sesuai request aku. Hm, aku emang paling jago kalau urusan fashion,” sahut Adell bangga. “Tapi bukan itu yang mau aku tunjukin—” Mama Vania memiringkan kepala. “Hah? Memangnya apalagi?” “Nih—” Adell menggulir layar. “Dia foto sama pengantin, teman-temannya, terus—boom!” Jarinya menekan satu foto. “Tada! Sama dosennya yang katanya ganteng itu.” Kaivandra yang duduk di ujung meja hanya mengambil sepotong ayam, tanpa menoleh sedikit pun. Seolah pembicaraan tadi tak ada hubungannya dengan dirinya. Mama Vania terkekeh pelan. “

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD