Pagi yang cerah disambut dengan dentingan sendok dan gelas di meja makan keluarga Bagaskara. Sejak subuh, rumah sudah riuh dengan aktivitas. Mami sibuk menyiapkan perlengkapan check-up Opa Gio, sedangkan Papi bersiap mengenakan batik paling mahal yang biasa disimpan di lemari khusus. Hari ini, Aleeya tidak pergi sendirian. Dia akan menghadiri resepsi pernikahan teman kuliahnya, dan Papi diminta menemani sebagai ‘plus one’ darurat karena Mami harus ke rumah sakit. Dia berdiri di depan cermin kamar cukup lama. Dress dusty pink selutut yang dibelinya bersama Tasya benar-benar jatuh sempurna di tubuhnya. Potongannya simpel tapi elegan, memberi kesan manis tanpa berlebihan. Sepatu nude heels dan tas mungil bernuansa senada melengkapi penampilannya. Rambutnya disanggul ringan, hanya disisak

