"Bagaimana rasanya memberi hati pada orang yang tidak berperasaan? Pasti sangat menyakitkan," cibir Arnold dengan senyum menyeringai dan tangan bersedekap angkuh. Punggung pria itu bersandar pada daun pintu sisi kiri, di mana Caden baru saja memasuki ruangan menggunakan pintu sebelahnya. Tanpa bertanya, Arnold jelas tahu betul apa yang telah terjadi pada Caden. Pria itu tidak menjawab, berjalan begitu saja bersamaan dengan suara pintu tertutup menuju sebuah sofa berbentuk L dengan meja kayu berbentuk persegi panjang di tengahnya. Caden menghempas tubuhnya ke sofa, menyandarkan punggungnya ke sandaran, memasang posisi paling nyaman. Perlahan, terasa pergerakan di alas sofa, menandakan bahwa ada orang lain yang duduk di sebelahnya. Tak perlu bertanya siapa, karena dalam ruangan berpeneran

