Dan selama ini kita akan bergriliya dengan waktu,,aku akan menghapus ketakutan ku,,mencari jalan ku untuk menyembuhkan lukaku meskipun itu tanpa kamu di sisiku... mungkin saat itu kamu akan tahu,, betapa sudah hancur hati ini oleh sikap diam mu....
Dalam sunyi ini aku kembali membuka memori lama lembaran luka yang tak terobati itu....
On memori....
Begitu bahagia kita setelah melihat kehadiran buah hati pertama kita,,kau tersenyum seolah telah memiliki harta berharga,,masih ku ingat jelas wajahmu nampak kekaguman pada seorang bayi laki-laki di gendongan mu... Ari Pratama Kurniawan,,begitulah nama yang kita sematkan pada putra sulung kita... Ari sungguh perpaduan lengkap antara kau dan aku mata bulat miliki dan bulu mata lentik,,hidung mancung dan bibir tipis milikmu sungguh saat ini aku terpesona oleh mahluk mungil ini... Tatapan bahagiamu terus ku lihat,,membuat ku bahagia juga meski ada ruang hampa di hati ku yang tak terisi... Kau tak membagi bahagia itu padaku,,kau fokus dengan anak kita sementara aku seperti hilang dari pandangan mu... Aku kau biarkan meliputi asaku sendiri,, tanpa kau tanya masih lelahkah aku setelah berjuang di ambang kematian.... Tapi sudah aku menerimanya saja seolah aku baik-baik saja dan bahagia bersamamu...
Hari-hari memiliki bayi kecil sungguh lelah,,tidur yang kurang,,tubuh yang lelah di tambah lagi semua urusan rumah ku urus sendiri setelah kepulangan orang tua... Aku seperti berada di siklus hidup dimana setiap hari aku mengalami hal yang sama dan membosankan... pernah suatu itu ku utarakan lelahku padamu sekedar ingin di perhatikan dan mendapat dukungan moril,,hanya saja kau diam dan terlihat lebih lelah... Dan aku terkurung dalam perasaan yang menjengkelkan ini tanpa bisa ku bagi dengan siapapun... Batinku sungguh lelah saat itu.... Setiap hari aku menangis dalam diam dan berusaha tegar,, mengobati luka ku sendiri... tanpa aku tahu,,aku tak pernah mengobati luka itu,,aku hanya menerima saja dan diam dalam siksaan batinku ....
Kembali saat ini....
Sepotong ingatan itu seperti kembali mencabik luka yang belum kering ini,, ternyata sudah terlalu lama aku tenggelam dalam lumpur tak berdasar ini...
Di tengah lamunanku sembari mengerjakan pekerjaan rumah aku tersadar saat melihat jam sudah jam 10.00 pagi,,aku bergegas menyelesaikan masakan dan cucian piring ku... Kembali ke kamar dan bersiap,,sudah lama sekali baju kerja ini tak ku pakai,,hari ini ku coba kembali dan akan ku pakai untuk ke kantor mengantarkan resume fisik ku setalah resume online ku emailkan tadi pagi,,sekalian aku mempelajari prosedur kerja online dari rumah yang di terapkan perusahaan... "masih sempat mampir ke kantor sebelum menjemput anak-anak sekolah" aku bergumam sendiri menyusun rencana ku...Aku melihat diriku dalam cermin,,aku pernah Serapi ini dulu,,entah sejak kapan aku hanya mengenal daster atau sekedar one set katun harian... Aku tersenyum menguatkan diri,,aku akan mulai memperbaiki dari diri sendiri dulu...setelah aku yakin keadaan cukup rapi aku keluar mengambil remote matik ku dan mulai menstater matik ku... Membelah jalanan kota ini menuju gedung kantor tempatku lama berkarir sebelum semua dunia ku terhenti dan aku terperangkap dalam lingkaran kehidupan ibu dan istri yang baik di rumah...aku menghelah nafas dalam menguatkan tekad ku dan menetralkan sedikit rasa gugup,,biar bagaimanapun aku sudah terlalu lama vakum dari dunia ini... Dengan sebuah map di tangan langkah kaki ku mengantarkan ku pada pintu yang sama sepuluh tahun lalu pintu ini ku lewati terakhir dengan keputusan yang berat meninggalkan karirku demi sebuah kehidupan yang membuat ku tersiksa di dalamnya... Aku tersenyum menyusuri setiap ruangan,,aku seperti kembali pada masa itu... Cukup banyak kenangan yang terbesit hingga aku sampai di ruangan kepala HRD...
Setelah menyelesaikan urusanku,,aku berjalan pulang sebelum itu aku harus menjemput kedua buah hatiku di sekolah.. "mama!!!!" teriakan dan lambaian tangan si bungsu membuatku ikut melambai dan tersenyum... Inilah pusaran duniaku yang tak ikhlas untuk ku tinggalkan... Dan selalu menjadi penguatku,,atau mungkin mereka adalah kelemahan ku juga,,apapun itu mereka segalanya bagiku...
Sesampainya di rumah aku sudah mengurus semua pekerjaan rumah dan membereskan keperluan anak-anak ku,,aku sudah siap duduk di depan laptop yang sudah lama tak kupakai untuk bekerja,,aku memulai semuanya.. mempelajari setiap ketentuan dan prosedur dalam menjalani pekerjaan ku sebagai pemasaran online... Pekerjaan ini cukup mudah dan santai,,aku tetap bisa bekerja di rumah ,, seperti duniaku seimbang antara kehidupan pribadi dan pekerjaan...
Aku larut dalam pekerjaan ku hingga aku lupa sejenak dengan sakit dalam dadaku,,hanya sejenak sebelum Ikhsan pulang kembali ke rumah,,aku dengar salam dan pintu yang di buka olehnya dari luar,,tapi aku tak bergeming dari depan laptop ku... Dia masuk,,dan sempat berhenti sejenak di belakang ku,, seperti memperhatikan aku sedang apa.. Ku biarkan saja pura-pura tak melihatnya,,hingga Ikhsan berlalu ke dalam kamar membersihkan diri.. Akupun bangkit dari dudukku menutup laptop,,biar bagaimanapun aku masih harus mempersiapkan makan malam untuk anak-anak dan juga Ikhsan...
Setelah semua selesai,,makan malam yang hambar dan hening itupun berlalu,,meski dengan d**a yang sesak melihatnya tetap diam tak ada penjelasan ataupun pertanyaan,,tapi aku berusaha untuk biasa saja... seperti ku sugesti hatiku untuk terbiasa atau mungkin aku sudah mematikan rasa dalam jiwaku untuknya...
Akupun kembali ke depan laptop ku,, melanjutkan pekerjaan ku sembari melihat kedua anakku,,si sulung dengan tugasnya,,dan sibungsu dengan boneka Barbie kesayangannya,,meski aku bekerja anak-anak tetap aku pantau dengan seksama... Dan Ikhsan,,tentu saja dia di sudut ruangan di balik meja kerjanya sedang menatap laptopnya intens seperti mengerjakan sesuatu yang sangat serius.. Dan tentu saja itu bukan urusanku...
Sesekali kau seperti melirik ke arahku ku,,dan tak ku hiraukan,,aku sudah fokus dalam kerjaan ku,, menganggap mu tak ada di sini,, seperti yang kau lakukan padaku selama ini...
Aku menyelesaikan duluan pekerjaan ku,, mengakhiri cukup untuk malam ini,,aku mengantarkan anak-anak ke kamar mereka dan akupun sudah lelah ingin terlelap,, setelah mencuci muka dan kaki ku,,aku duduk di sisi ranjang siap melabuhkan lelahku di peraduan,,ke dengar pintu kamar terbuka tentu saja Ikhsan masuk untuk tidur,,aku segera berbaring memunggunginya dan menutup tubuhku dengan selimut... ku rasakan pergerakannya di sampingku,, di dalam hati kecil ku aku masih mengharapkan penyelesaian hanya saja aku tetap tak mendapatkannya,,,kau berlalu ke dunia mimpi meninggalkan ku yang masih terdiam dalam harapan...
Menarik nafas lelah akupun memejamkan mataku,,sambil memaki diri sendiri 'apa yang kau harapkan Setia!!!! bodoh!!!!'.
Malam inipun,,aku masih tidur dengan setetes bening di sudut mataku,, sungguh keadaan diam ini menyiksaku.. Entah bagaimana esok akan menjemput ku,,aku berusaha pasrah pada sang kuasa saja ...
Aku berlalu dalam mimpi,,dan dalam kubangan harapan yang ku ciptakan sendiri,, seperti mempersiapkan diriku tanpa mu,,kau perlahan hilang dari ruang hatiku,,bukan karena aku tak mencintaimu lagi,,tetapi karena diammu sungguh tak dapat ku taklukkan... sampai kapan keadaan ini akan bertahan...
Bersambung...