"Kau... kembali...? Bagaimana caranya?" tanya Ocean tak percaya. Seketika petir tidak lagi ramai menyambar meski masih sedikit terdengar. Arus yang menghantam daratan pun mereda, begitu juga volume air yang perlahan berkurang tertarik ke laut. Menyadari itu, Moray tak membuang waktu untuk mengambil nafas lega. Siren merah itu bergegas kembali ke laut untuk memastikan di bawah sana pun semuanya telah aman. Kepergian Moray meninggalkan Ocean dan Marine yang akhirnya punya untuk merayakan pertemuan mereka. "Sebab aku harus menenangkanmu dan kembali bersamamu. Tempatku bukan lagi di darat... Tempatku adalah bersamamu" jawab Marine dengan air mata yang mengalir. Ocean terdiam mendengarnya. Juga matanya terperanjat menatap sosok indah Marine yang terasa seperti Siren asli. Bukan hasil kutuk
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


