40

3634 Words

"Hei... Marine, mengapa kau diam saja seperti itu?" Lirihan pedih Ocean menggema. Matanya masih menatap hampa sosok Marine di dalam bathtub. Wajah berada di bawah air memang bukan masalah baginya, dan ia masih meyakini bahwa hal itu juga bukan masalah bagi Marine. Ia menolak jika Marine meninggal hanya karena tubuh gadis itu adalah tubuh manusia yang tidak kuat berada di dalam air. Marine adalah Siren, dan Siren tidak akan mati karena air. Ocean jatuh berlutut tepat di sisi bathtub lalu perlahan mengangkat kepala Marine. Ia sedikit tercekat saat tangannya merasakan kulit Marine sudah sedingin es. Diangkatnya perlahan kepala itu dan dengan hati-hati menyangga tengkuknya pada tepi bathtub. Kini wajah pucat Marine terlihat sepenuhnya. Luka lebam menghiasi beberapa sisi wajah sampai leher

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD