39

2027 Words

"Ghakkh!! Ohok! Ohok!!" Dengan putus asa Marine memanfaatkan sepersekian detik yang ia dapatkan untuk menghirup oksigen. Gadis itu berusaha menarik sebanyak-banyaknya udara dalam satu tarikan, sebab ia tahu detik-detik wajahnya tenggelam di dalam air akan lebih lama. Hans, pria b******k di sebelahnya kerap memaksa kepala Marine masuk ke dalam bathtub yang terisi air. "Hei, mengapa kau tidak berubah juga? Bukankah kau bagian dari mereka?" tanya Hans meledek. Tangan kekarnya masih erat menggenggam sejumlah rambut Marine, mengendalikan kepala gadis itu kemanapun yang ia mau. Udara atau air. "Hhh... Hentikan..." lirih Marine lemas. Marine terbatuk-batuk. Meski begitu, ia sedikit bersyukur Hans mengajaknya bicara. Ia jadi punya waktu untuk bernafas lebih lama. Seluruh tubuh Marine yang ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD