Sudah berapa lama aku tidak kesini? Rasanya baru sebentar tetapi terasa seperti sudah begitu lama, aku sangat merindukan tempat ini. Sudah lewat lima belas menit sejak kuminta supir taksiku mematikan AC mobil agar aku bisa membuka jendela. Seketika itu juga aroma khas laut menyambut beriringan dengan deru samar ombak. Jalanan yang dilewati semakin jelas... Aku bisa melihat diriku dari waktu lalu berjalan pulang dari kampus menuju rumah. Taksiku berhenti pada jalan setapak yang dipagari kayu putih menuju rumah pantai dengan warna senada. Rasanya beberapa bulan disana seperti mimpi, dan kini aku mengunjungi mimpi yang sudah lama. Ujung jari lentikku menyentuh ujung-ujung pagar itu seraya mengulang memori. Betapa aku sangat bersemangat saat pindah kesini saat itu. Lalu kini, dengan ikhlas

