"Apa yang kau katakan...? Memangnya siapa kau sebenarnya?" Ocean menatapnya getir. Wajah sembab Marine yang dihiasi kebingungan itu membuat dadanya sedikit berdenyut nyeri. Pria Siren itu sudah cukup sabar selama ini dan kali ini ia merasa waktunya sudah tepat. Ia tidak bisa lagi menahan diri untuk tidak membawa cintanya, kekasihnya yang hilang selama ini. "Marine, kau tidak seharusnya berada disini. Kau seharusnya ada bersamaku di laut." ucap Ocean berusaha tenang. Debaran tidak sabar di dadanya mulai membuatnya sulit mengatur kata-kata. Marine mengeryitkan dahinya. "Mengapa begitu?" "Aku,.. aku adalah Raja Siren." Mata gadis itu terbelalak. Mendengar kata Siren entah mengapa membuat gemuruh di dalam dirinya semakin parah. Meski ia belum pernah mendengar kata itu sebelumnya, Marine s

