“Tumben ngajak ngopi, ada apa?” tanya Alfa, sesaat setelah menemui Davin di salah satu cafe, di gedung kantor tempatnya bekerja. “Kebetulan meeting dekat sini, sekalian mampir.” balasnya. Padahal lokasi meeting dan kantor Alfa lumayan jauh, tidak dekat seperti yang diucapkan. “Oh,, gimana proyek baru? Lancar?” Berada di dunia bisnis, sedikit banyaknya mereka tahu kesibukan masing-masing, walau bergerak di bidang yang berbeda. “Lancar, dibantu Kak Rei. Gue belum terlalu berpengalaman.” Jujur Davin. “Sama, gue pun masih belajar dari orang tua.” Alfa adalah pewaris, sejak awal dirinya sudah disiapkan untuk meneruskan perusahaan kedua orang tuanya, sama halnya dengan Davin. Mereka sama-sama sudah memiliki tujuan pasca lulus kuliah. Davin menggumam pelan, sejujurnya kedatangannya

