Kecewa? Tentu saja. Marah? Iya!! Tapi semua itu tiba-tiba hilang setelah Bening menyadari salah satu foto miliknya hilang. Tidak ada alasan untuk mengelak, foto itu pasti diambil Davin. “Dasar jual mahal!” umpatnya sambil tersenyum. Kegigihan mengejar lelaki itu untuk yang kedua kalinya kembali hadir. Dulu pun, Davin memang seperti itu. “Baiklah, mari kita berjuang untuk yang kedua kalinya. Selagi Janur kuning belum melengkung, Davin masih milik bersama!!” Bening menyemangati dirinya sendiri. Yakin bahwa lelaki itu tidak benar-benar melupakannya dan masih ada tersisa sedikit ruang di hati Davin untuknya. Sekecil apapun peluang itu, Bening akan berusaha, tidak ingin penantiannya selama ini sia-sia. Toko bunga tutup lebih awal, selain karena telah menyelesaikan pesanan buke

