Bab, 19. Dimas tahu?

1112 Words

"Cantika, kenapa kamu membohongi mas? Pria itu..., dia adalah orang yang ada di masa lalu kamu, 'kan?" Suara di dalam sambungan telepon membuat Cantika terpaku dan tak bisa berbuat apa-apa. Ekspresi wajahnya seketika berbeda dan ia terlihat tegang pada saat itu. "M–mas, maaf..., aku bisa jelasin." ujar Cantika sembari menahan tangisnya. Airmata tampak hendak mengalir di pipinya, tapi Cantika sungguh menahannya susah payah karena ia tak ingin terlihat menangis di tempat umum. "Aku akan pulang, aku akan jelaskan pada kamu, mas." ujar Cantik dengan suara parau dan bergetar hebat. Diaz mengernyitkan dahinya saat mendengar setiap ucapan Cantika, dan saat Cantika menyebut kata–mas, ia akhirnya paham siapa yang menelepon Cantika. Cantika sendiri tampak masih serius mendengarkan suara dari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD