Anna berjalan di koridor sekolah dengan kedua tangannya yang di masukkan ke saku jaket dan mulutnya yang terus membuat balon dari permen karet yang di kunyahnya sejak tadi.Anna tidak memiliki semangat belajar hari ini,tapi berdiam di rumah juga ia merasa suntuk.
Sekolah adalah pelarian yang tepat saat ini,dengan ocehan guru soal pelajaran atau mendengar gossip sekolah dari teman temannya mungkin bisa menjadi sedikit hiburan.
“SRAK.”Miller tiba tiba berada didepan Anna dan menghalangi jalan Anna.
Anna berhenti mendadak seperti mobil yang hampir menabrak sesuatu.”Mau apa lagi kau!”Bentak Anna.
“GRAB.”Tanpa basa basi,Miller menarik tangan Anna dan membawa Anna pergi.Apa yang Miller lakukan menjadi pusat perhatian semua murid.
Kebanyakan murid perempuan merasa iri pada Anna yang di bawa Miller dan bisa berpegangan tangan dengan Miller.Tangan pria tampan yang di juluki pria berlian itu meraih tangan seorang gadis yang bahkan tidak menyukainya.
“SLASH.”Anna menghempas tangan Miller agar melepaskannya setelah mereka berada di ruangan sekolah yang kosong.
“Pria gila!!Kenapa lagi denganmu hah!”Anna memijat pergelangan tangannya yang sakit dan memerah karena di tarik Miller tadi.
Miller bertolak pinggang pada Anna.”Beraninya kau merendahkanku kemarin!Perbuatanmu membuatku sangat kesal tahu!Setiap harinya sejak aku di lahirkan aku selalu di sanjung,di puja dan di puji!Tidak pernah ada yang mencerca,menghina apalagi merendahkanku!Cabut kata katamu kemarin dan sebuatkan berapapun uang yang kau minta atau barang apapun yang kau inginkan!Jadilah seperti anak anak lainnya dan menghormati dan segan padaku!”
“Ck…Ck…Ck,pria menyedihkan.”Anna memandang Miller bahkan lebih rendah dari bangkai dan sampah saat ini.”Kau beri aku uang segudangpun aku tidak sudi mencabut kata kataku!Kau merasa risih karena di rendahkan!Kau pikir semua orang itu meninggikanmu dan menghormatimu dengan tulus!Tidak bodoh!Mereka merendahkanmu di belakang dan hanya menghormati uangmu saja!Aku benar benar membuang waktu saat berada disini bersamamu!”Anna hendak pergi lagi melangkah.
“GRAB.”Lagi lagi juga Miller menahan Anna.Anna di sandarkan kedinding dengan bahu yang di tahan oleh kedua tangan Miller.
“Kenapa kau selalu berontak hah!Apa kau tidak bisa menurut meski aku beri imbalan!”
Anna menatap Miller dalam saat ini.”Kau tahu,aku ini anak yatim piatu yang di besarkan di panti asuhan!Orang tuaku membuangku dan aku malah di tempatkan di neraka dunia yang kejam!Aku harus mengemis,kelaparan,di siksa dan bahkan hampir di jual ke rumah bordil untuk melayani p****************g penyuka anak anak.Aku masih amat kecil untuk menderita sampai ayahku yang aku cintai itu menolongku dan memungutku!Bagiku uang bukanlah yang semata membuatku bahagia,tapi perlindungan dan kasih sayang yang tuluslah yang aku butuhkan!Saat kau merendahkanku dan menilaiku dengan uang,kau hanya mengingatkanku pada pengurus panti asuhan yang dulu menjualku dan memperlatku demi uang!Saat uang bisa membuatmu bahagia tapi ada orang lain yang menderita juga karena uang itu.”
Anna mentikkan air matanya di hadapan Miller.Tangan Milller mulai mengendur yang tadinya menahan bahu Anna dengan kuat.Miller merasa bersalah berkali kali lipat,hatinya yang selama ini beku dan dingin kini mencair.Ada seseorang yang tidak memandangnya sebagai harta dan kenyamanan saja.
Miller melepaskan tangannya,ia memundurkan sedikit langkahnya.”Aku hanya pria kesepian,aku tidak pernah memiliki teman.Kebanyakan dari mereka hanya datang kerumahku dengan tangan kosong lalu pulang membawa banyak mainanku saat aku kecil.Saat aku dewasa,mereka akan membawaku pergi dan membuatku mengeluarkan banyak uang untuk membayar apa yang mereka beli.Mereka akan datang jika butuh sesuatu lalu pergi setelah mendapatkan apa yang mereka mau.Tapi mereka tidak pernah datang saat aku butuh dan aku merasa bodoh.Aku mulai menutup diri dan menjadi kejam.Aku tidak perlu seseoarang lagi disisiku.Aku yang dingin malah lebih mereka hormati dan agungkan.Mereka yang mengejarku dan aku tidak harus menanggapi.Aku lelah menjadi baik dan dermawan yang hanya di manfaatkan orang.”
Anna terenyuh pada curhatan Miller,ia dan Miller memiliki ketidakbahagiaan yang orang lain tidak tahu dan kepahitan yang pernah terjadi di masa lalu menjadikan diri mereka tumbuh saat ini.
“Maaf kalau aku sudah melukaimu dan merendahkanmu.Aku mencabut kata kataku kemarin dan hari ini yang menjelekkanmu.Tapi aku tidak mengharap imbalan apapun,aku tulus minta maaf.”Anna mengalah karena merasa bersalah pada Miller.
“Apa kau begini karena mengasihaniku?”
“Tidak bodoh,ayo berteman saja.Aku tidak akan merugikanmu.”Anna dengan senyum hangatnya mengajak Miller berteman.
“Semudah itu?”Miller masih tidak bisa percaya pada orang lain.
“Sudahlah,terserah kau saja.”Anna pergi dengan santai dan menepuk perlahan pundak Miller.
Miller juga tidak percaya ia bisa curhat dengan Anna tentang apa yang ia alami saat ini.Ia masih menimbang nimbang ajakan Anna untuk berteman.
Anna yang sudah keluar dari ruangan itu bisa merasa santai dengan hati yang lapang,tapi Miller masih berdiri di tempat memikirkan pantas tidaknya ia menerima Anna sebagai temannya.
***
William tidak bekerja karena kisruh dengan orang tuanya,orang tuanya juga enggan angkat kaki dari rumahnya sebelum bertemu Anna.
William mengkhawatirkan Anna yang nanti akan jadi sasaran amukan kemarahan orang tuanya.’Anna,aku harap kau baik baik saja dan tetap bersamaku walau nanti apapun hal menyakitkan yang kau dengar.’William gelisah terus memandang jam dan sekitarnya.
Tapi Rexa yang berada di kantor merasa menang dan di atas awan.Sambil memandang kukunya yang baru di cat bewarna merah gelap,Rexa tersenyum jahat di atas meja kerjanya.
“Anna,apa dia akan tamat sekarang?Aku tidak sabar menantikan kabar terbaru dari anak itu.Apakah aku yang berjasa ini nanti akan diminta menikah dengan William?”Rexa bahagia terlalu awal dan membayangkan yang bukan bukan dengan segala keindahan yang inginkan.Ia membayangkan menikah dengan William.
Ia merasa akan menjadi calon utama yang akan menggantikan posisi Teresa.Anna akan lenyap begitu ia bisa mendapatkan William sebagai suaminya dan menguasai William penuh.
***
Anna tidak kembali kekelas setelah berbincang dengan Miller tadi,tapi ia masih menyendiri dan bersandar didepan sebuah ruangan.Anna melihat pemandangan sekeliling sekolahnya yang indah,hijau dan tertata rapi.
Miller melihat Anna yang melamun sendirian seakan penuh beban,Miller tahu jika Anna pasti masih menghadapi masalah yang sama.
Miller berada lagi didekat Anna.”Masalahmu masih sama?”Tanya Miller.
“Ya begitulah Miller,karena kau sekarang temanku aku merasa tidak masalah lagi untuk berbagi.”Anna sudah menyambut Miller dengan baik.
“Aku merasa asing setelah sekian lama tidak memiliki teman dan sekarang aku malah berteman dengan seseorang yang dulu musuhku.”Miller masih merasa janggal dengan pertemanan yang seperti buaya berteman dengan zebra ini,yang seharusnya menjadi pemangsa dan hewan buruan malah berteman tidak masuk akal.
“Terkadang,musuhmu malah teman sejatimu tahu.”Sela Anna geli.
“Ah,sudahlah.”Miller tidak mau memusingkan lebih panjang lagi.”Kenapa kau tidak menikah saja dan minta ayahmu menghamilimu?Dia tidak akan bisa menolakmu jika kau hamil.”
“Tidak semudah itu Miller,dia tetap ingin aku menjadi puterinya sedangkan aku ingin menjadi kekasihnya.Ini semua pasti tabu dan meresahkan untuk seseorang seperti Daddyku.Padahal aku bukan darah dagingnya,tapi ia mencintai dan menyayangiku seperti puterinya sendiri.”
“Wajar saja bodoh,apa kau bisa merawat bayi yang walau bukan anakmu lalu saat dewasa kau ingin menikahinya?Ia jelas mengenalmu sebagai ibunya dan bukan wanita biasa.Bagaimana menjelani keseharian kalau salah satunya merasa janggal?Apa hubungan itu akan berjalan dengan lancar dan awet?”
Pendapat Miller membuat Anna berpikir,yang Miller katakana ada benarnya juga.Selama ini William membanggakannya pada teman temannya sebagai anaknya dan mengasihinya benar benar seperti darah dagingnya.
“Kau itu beruntung,seharusnya kau bersyukur.Banyak anak anak adopsi yang di telantarkan dan tidak di perlakukan dengan baik.Tapi kau bisa tumbuh dengan berkecukupan dan baik,kau ingin mempersulit hidupmu setelah kehidupan indah yang sudah kau dapatkan.Kalau nanti ayahmu tidak lagi menyayangimu bagaimana?Dia tidak bisa memaksakan diri untuk mencintai dan menerimamu.Kau kira hatinya tidak akan lelah jika kau terus berulah?Kau mau kasih sayang yang selama ini kau terima hilang?”
Omongan Miller barusan menyadarkan Anna,ia ingin mendapatkan sesuatu yang bisa saja membuatnya kehilangan segalanya.
“Kau benar Miller,akulah yang egois dan tidak bersyukur.Aku menjadi beban untuk daddyku dan menyakitinya dengan ego dan kemauan anehku ini.”Anna menitikkan air mata sedih dan bersalahnya.
Miller mendekat lalu perlahan menyeka air mata Anna dengan ibu jarinya.”Sudahlah,kita masih muda dan labil.Kita pasti memang banyak melakukan kesalahan di usia ini.Kau harus bangkit.”
Anna menatap Miller yang menyemangatinya.”GRAB.”Anna memeluk Miller dengan tiba tiba,merangkuh tubuh Miller erat dan membenamkan diri di dekapan Miller.
“Aku butuh pelukan ini,rasanya tubuhku amat rapuh dan aku tidak bisa berdiri tanpa topangan sekarang.”Anna melembut meringkuk manja dan menunjukkan sisi lemahnya.
Miller perlahan membalas pelukan Anna,walau ia tidak bisa menkondisikan jantungnya yang saat ini berdebar amat hebat.”Em.”Sahut Miller kaku.
Anna cukup lama memeluk Miller hingga ia bisa tenang,Miller menepuk punggung Anna perlahan dengan wajah kaku dan canggungnya.Daun telinganya memerah karena rasa malu yang amat sangat pada Anna.
***
Anna pulang kerumahnya saat sore,ia kaget sudah ada orang tua William dan William yang berdiri panik menyambut kedatangannya.
“PLAK.”Ibu William sontak menampar Anna saat itu juga.
William langsung pasang badan dan berdiri didepan Anna membiarkan Anna bersembunyi di balik punggungnya.”Ibu,kenapa kasar sekali?!Biarkan Anna bicara.”
“Dasar anak pungut tidak tahu diri!Berani beraninya kau mencintai William putera kami!”Ibu Willam tidak bisa menahan amarahnya yang memuncah begitu memandang wajah Anna.