BAB 17

1359 Words
Miller mengusap wajahnya beberapa kali saat ia dan William saling bertatapan di meja makan.Anna sedang berganti pakaian,Miller memenuhi jamuan makan yang di suguhkan oleh William untuk mendekatkan diri dengannya.Tapi alhasil,Miller malah serba salah dengan pertemuan ini. ‘Kenapa hawa disini jadi tegang sekali?Aku malah merasa seperti di hakimi sebagai tersangka di bandingkan berkenalan sebagai pacar Anna.Aku merasa tatapan ayah Anna sangat tidak beres dan mengintimidasiku.’Miller menegang kaku karena William hanya fokus memandangnya tapi tidak mengajaknya bicara.Kalaupun Miller bertanya,William benar benar hanya menjawab seperlunya saja. ‘Kau harus menaklukkan aku setelah menaklukkan Anna,tapi tidak semudah itu anak muda.Ini tidak akan segampang seperti kau melewati tes izin mengemudi untuk mendapatkan SIM.’William tidak benar benar menyukai Miller,ia menerima Miller hanya karena Anna. Anna ikut bergabung setelah berganti pakaian.”Kalian sedang apa?”Anna melihat ayah dan pacarnya yang seperti sedang bersitegang saling memandang. ‘Dewi penyelamatku.’Miller kesenangan melihat Anna sudah datang dan duduk di sebelahnya.Setidaknya sekarang sudah tidak setegang tadi karena hanya ada ia dan William. “Tidak,ayahmu hanya bertanya sedikit tentangku.”Miller basa basi untuk mencari muka di hadapan William. “Dia tidak pandai bicara dan hanya segan memandangku saja.”Jawab William datar dengan penuh kejujuran. Anna merasa tidak enak juga Miller yang bahunya seketika turun menciut kehilangan percaya diri. “Daddy,jangan seperti  itu.”Protes Anna. ‘Lain kali bukan hanya aku bawa kabur tapi aku akan mengajak Anna kawin lari saja!’Miller menggerutu kesal karena William kelihatan angkuh sekarang,bahkan ia yang angkuh saja merasa tersisihkan karena tahu sekarang ada yang lebih angkuh darinya. Anna menggenggam tangan Miller di bawah meja,ia menguatkan hati Miller yang pasti baru pertama kali merasakan semua ini. Miller menoleh pada Anna,ia tersenyum dan merasa tersentuh pada perlakuan Anna.Miller balas menggenggam tangan Anna erat dengan sepenuh hati. William bisa memantau jika tangan Anna dan Miller saling bergandengan di bawah sana.Emosi William mulai semakin naik dan meninggi.’Beraninya Miller membuat aku kelihatan jahat dan ia mendapatkan keuntungan dari semua ini! ‘William malah semakin berpikir negative  pada Miller. “EHEMMMMM.”Willam membuat suara batuk yang keras setelahnya. Buyarlah Anna dan Miller yang saling bertatapan. “Ayo makan sebelum dingin.”William sebenarnya sudah kehilangan nafsu makan sejak tadi tapi hanya ini cara untuk menjeda sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta di hadapannya. “Iya Daddy.”Anna menurut dan melepas tangannya yang menggandeng tangan Miller tadi. Miller juga menganggkat garpu dan sendoknya untuk menyantap makanan walau memegang tangan Anna sebenarnya lebih baik untuknya di banding mengisi perutnya. Jamuan makan malam ini hanya Anna yang kelihatan sibuk menjawab omongan William,Miller selalu di asingkan dan tidak di ajak bicara.Saat Miller ingin bergabung,topik segera berubah dan William hanya meminta seolah Anna hanya boleh menanggapinya. Anna sebenarnya tidak enak hati,ini semua berlangsung hingga jamuan makan malam selesai.Anna berniat melakukan protes atas sikap William ini setelah Miller pergi nanti. “Maaf ya,ini pasti tidak menyenangkan bagimu.”Anna mengantar Miller di samping mobil Miller sembari melihat Miller yang akan pulang. “Tidak masalah,tapi ayahmu sepertinya tidak menyukaiku.”Miller jujur dan berbicara setengah berbisik takut saja kalau kalau William menguping di balik tembok pagar. “Semua ayah pasti seperti itu saat anak gadisnya beranjak dewasa,dia hanya khawatir dan mencemaskanku.” “Apa yang perlu dia cemaskan?Kalau aku jahat,aku tidak akan memulangkanmu kemarin.”Miller membela diri karena merasa masih kesal pada sikap William tadi. “Iya iya,sudahlah.Aku akan bicara dengan ayahku nanti.”Anna tahu jika Miller pasti baru pertama kali di acuhkan seperti ini oleh orang dewasa. “GRAB.”Miller lalu memeluk Anna. “Nyaman sekali,inilah yang aku butuhkan.”Miller memeluk Anna erat.Sekilas sopir Miller lalu merasa tidak enak dan mengalihkan pandangan saat melihat majikannya berpelukan dari spion mobil. Anna membiarkan apa yang Miller lakukan,Anna mengelus perlahan punggung tegap Miller.Anna bisa menyesap parfum wangi Miller yang menyeruak tidak luntur seharian dan melekat dengan baik membuat Anna amat betah menghirupnya. *** Anna kembali dan masuk kedalam rumah setelah Miller pergi.Anna melihat William yang menaruh laptop di atas pahanya sambil duduk nyaman di sofa. Anna lalu duduk di seberang William,ia ingin membahas perilah kelakuan William pada Miller tadi. “Daddy..” “Em,”Sahut William singkat sambil pura pura sibuk dengan layar monitor laptopnya. “Kenapa Daddy tadi berlaku tidak baik pada William?Bukankah Daddy sudah menyetujui hubungan kami?” “Apa aku mengusirnya?” Anna menggeleng. “Apa aku melarangnya makan?” Anna menggeleng lagi. “Tapi kan Daddy tidak mau bicara dengannya,kasihan Miller.”Anna tetap membela Miller dan itu membuat William menatap Anna dengan tajam sekarang. “Anna,kalian masih remaja,kau tidak perlu terlalu menjatuhkan perasaan padanya.Kau akan merugi saat dia memutuskanmu dan meninggalkanmu nanti.”Omongan William sangat keras dan tegas. “Daddy,kenapa bicaramu jahat sekali?!Aku bahkan baru mau memulainya dan Daddy sudah bilang hubungan kami akan putus nantinya?”Protes Anna kesal. “Lalu apa?Kau berharap dia akan menikahimu dan serius denganmu?Anna ini semua baru bagimu,aku sudah banyak menangani anak anak konglomerat b******n yang menyusahkan dan hanya menghancurkan gadis gadis muda,lalu sesudah berbuat tidak senonoh para gadis itu akan di tinggalkan dan hanya di sogok dengan uang damai yang tidak seberapa.Mereka tidak akan serius pada gadis biasa yang hanya mereka anggap  mainan saja.” “Cukup Daddy!”Anna meninggikan suara lalu memutuskan pergi dan meninggalkan William sendiri. “Kau akan tahu semuanya nanti Anna.”William membiarkan Anna pergi,William percaya jika anggapannya benar dan Miller pasti tidak serius dengan Anna. Sebenarnya yang William tatap di layar laptopnya adalah foto foto Anna dari kecil hingga dewasa.William merindukan rengekan,tangisan,juga rewelnya Anna saat kecil dulu.William lalu mengingat lagi malam panas yang ia lalu dengan Anna waktu itu. Semua terasa salah namun ia mengingat lekuk lekuk tubuh juga aroma Anna yang di cucuri keringat.Hingga keperkasaannya tanpa terasa menegang.Setiap desahan Anna yang masih terekam di benaknya sekarang seperti mengaum dan mengiang di telinganya. William memejamkan mata mencoba menenangkan diri.’Bodoh!Sebenarnya apa yang aku pikirkan!Apa yang aku ingt!’William mengingkari perasaannya namun otaknya tetap merekap ulang apa yang terjadi malam itu.William terus teringat tubuh polos Anna juga nikmatnya saat miliknya bernaung dalam milik Anna yang basah dan mengapit dengan kuat itu. “Ssssstttttt!!!!”William mendesis kesal,pikirannya tidak juga jernih,ia memutuskan bangun lalu mengguyur tubuhnya di bawah shower air hangat. ‘Anna adalah puteriku,tapi dia tidak sedarah denganku?Anna harus aku lindungi,tapi aku tidak rela melepaskannya dengan pria lain!Anna adalah belahan jiwaku,tapi kenapa ia malah membuat hatiku menjerit saat berpaling dan lebih mementingkan pria lain?!!!’William mulai goyah,ia sadar jika rasa yang lain mulai menyeruak dan semakin keluar dari dalam dirinya. *** Anna dan William tidak bertegur sapa selama beberapa hari,sampailah ini adalah hari pekan saat William harus menunaikan melakukan kewajibannya untuk kencan dengan Brenda dan di hari yang sama,Miller juga berkencan dengan Anna. Miller dan Anna kelihatan sibuk berciuman didalam mobil yang Miller kendarai tanpa sopir hari ini.Kepala Anna dan Miller nampak berputar bergantian sambil sibuk berpaut bibir. Miller yang kelihatan b*******h hari itu nampak penasaran dan tidak bisa menahan diri,tangannya yang bebas mulai memijat perlahan bahu kanan Anna,di teruskan dengan membelai leher Anna,selanjutnya dengan berani berani takut,Miller mulai meraba sebelah gunung kembar Anna yang padat dan bersembunyi di balik baju rajut coklat berkancing yang di kenakan Anna. Anna merasakan jelas tangan Miller yang perlahan lahan meraba sesuatu miliknya yang menyembul di balik bra itu.Anna merasa nyaman dengan sentuhan erotis itu,karena Anna sendiri memilki ketertarikan tentang seksual sejak dini. Sudah sejak lama ia tidak merasakan sentuhan sensual ini,terakhir kali saat ia tidak sengaja terlibat malam yang panas dengan William. Anna membusungkan tubuh depannya agar Miller semakin leluasa,Miller meremas lebih intens dan nafasnya kian memburu di buru nafsu sambil berciuman.Anna memegang wajah Miller dengan kedua tangannya dan melahap bibir Miller lebih kuat seperi vacuum cleaner. “Sudah.”Wajah Miller memerah dengan nafas yang engap. Anna menatap dengan mulut yang masih basah dan bibir yang masih lembab.”Kenapa?” “Kita harus berkencan dulu.”Miller nampak gugup dan gelagapan,sebenarnya ini adalah pengalamannya pertama dengan gadis,ia tidak tahu banyak dan takut mengecewakan Anna dengan keluguannya. “Baiklah ayo.”Tangan Anna masih mengalung di leher Miller.Anna tersenyum bahagia walau sebenarnya belum puas dan ingin menuntaskan semuanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD