Baru saja, aku ingin melanjutkan pekerjaanku. Tiba-tiba, pikiran tentang perempuan itu mulai mengganggu diriku lagi. Ini benar-benar membuat pekerjaan semakin terbengkalai. Bisa-bisanya setiap sentuhan yang aku lakukan itu, membuat aku semakin kacau seperti ini. Perjalanan menuju kantor ini sungguh membuat diriku sangat berat. Ada apa dengan diriku semalam? Kenapa aku benar-benar terobsesi untuk menyentuh perempuan itu? Padahal, aku sudah berusaha keras untuk melupakannya. Karena itu, aku memilih untuk menghabiskan hidupku di negara yang bunda pun tidak membolehkannya aku berada di sini. Tetapi kenapa aku bisa langsung tergoda melakukannya lagi. Padahal, aku hanya merasa tidak senang saat dia melakukan itu dengan laki-laki lain. “Ayolah, Drew. Kamu harus cepat lupakan perempuan itu. K

