BAB 42

1266 Words

Ajeng POV Aku mencoba untuk membuka mata yang sangat berat ini. Kepala ini juga terasa sangat sakit saat aku mulai membuka mata ini. Bukan hanya itu saja, seluruh tubuh ini juga terasa tidak nyaman. Entahlah. Sebenarnya, ada apakah ini? Aku mulai bisa melihat keadaan di sekitarku. Aku lihat ke sekeliling tempat yang suram ini. Gelap dan dingin yang aku rasakan saat ini. Aku pun juga mulai sadar apa yang terjadi pada diriku ini. Tubuh yang sedang terikat di sebuah kursi kayu. Begitu pula dengan kaki ini, dia mendapatkan perlakuan yang sama. Bahkan selain diikat, bagian telapak kaki yang tidak beralaskan itu, sengaja di sentuhkan dengan lantai yang berisikan air yang menggenangi lantai ruangan ini. Aku semakin merasa tidak nyaman karenanya. “Di mana ini? Kenapa aku ada di sini?” Aku ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD