Aku masih terus bertanya-tanya, sebenarnya siapa yang berniat jahat kepada diriku. Apa yang sudah pernah aku lakukan. Sehingga, mereka harus menyekap diriku seperti ini. Tapi, dari yang mereka katakan ini. Semua ini terjadi, bukan karena kesalahan diriku. Tetapi, karena kesalahan seseorang yang di dekatku. Tapi siapa? Apa mungkin, laki-laki yang mereka maksud itu adalah Andrew? Apa yang sudah Andrew lakukan, sehingga mereka bisa murka seperti ini? Di saat, aku sedang berpikir apa yang sudah Andrew lakukan. Tiba-tiba, kejadian semalam yang telah laki-laki itu lakukan kepadaku mulai muncul kembali di otak ini. Rasa menakutkan yang mengganggu diriku sejak semalam, muncul begitu saja tanpa aku inginkan. Kenapa bisa, aku merasakan sebuah pemaksaan seperti ini lagi. Padahal, bukan ini yang

