Bab 8

1172 Words
Malam itu semuanya terjadi begitu saja. Di malam yang seharusnya menjadi malam perpisahan dengan teman-teman SMA-nya berubah menjadi malam indah yang tidak akan pernah dilupakan Freya selama hidupnya. Malam dimana cinta dan tubuhnya melebur menjadi satu dengan pria yang ia cintai. Kakaknya sendiri. David Kertarajasa. Meski bukan kakak kandungnya sendiri, tapi David selalu menjaga dan menyayanginya melebihi dirinya sendiri. Sedangkan Freya selalu manja dan mencari cara untuk selalu bersama dengan David. Hal inilah yang membuat cinta perlahan tumbuh di hati dua insan muda itu. Sayangnya keputusan yang mereka lakukan untuk memberitahukan kedua orang tua mereka atas perasaan mereka berakhir buruk. Maria dan Rudi memutuskan bercerai. Mereka merasa bersalah dan menyalahkan diri mereka atas apa yang terjadi dengan kedua anak mereka. Seharusnya mereka menjadi saudara bukannya sepasang kekasih. Rudi Kertarajasa membawa putranya untuk melanjutkan kuliah di London. Sedangkan Maria memilih untuk pulang ke rumah orang tuanya di kota Malang. Meski tinggal berbeda benua tapi David masih terus berusaha mencari cara bagaimana bisa berhubungan dengan Freya. Sayangnya sebesar apapun ia berusaha, hasilnya nihil. Ibu tirinya sudah membawa jauh Freya sampai rasanya seakan mereka tidak pernah ada di dunia. Begitu juga dengan ayahnya, seberapa besar usaha David memohon kepada ayahnya, pria paruh baya itu tidak pernah memberitahukan apapun. Seakan mereka hilang ditelan bumi. David yang saat itu mempunyai kemampuan terbatas hanya bisa pasrah. Namun, hatinya memiliki tekad kuat untuk mencari Freya kelak. Setelah dua belas tahun lamanya mencari akhirnya David dapat menemukan Freya. Adik kecil yang selalu ia sayangi. Dari detektif yang disewanya selama ini Freya sekarang tinggal di Ibu Kota. dan bekerja sebagai salah satu staff di salah satu perusahaan ternama. Namun, ketika dia mengetahui nama perusahaan tempat Freya bekerja David cukup terkejut. Karena perusahaan itu adalah milik ayahnya. Hal ini jugalah yang membuat David setuju untuk menerima penawaran ayahnya menjadi CEO di perusahaan beliau. Ketika ia mempelajari detail perusahaan Rudi Kertarajasa, satu nama dari daftar karyawan berhasil menarik perhatiannya. Freya Amelia. Apakah pemilik nama ini adalah sosok perempuan yang dia cari selama dua belas tahun ataukah hanya seseorang dengan pemilik nama yang sama? Segera David meminta CV milik perempuan bernama Freya itu dan ketika ia menemukan foto dari pemilik nama itu. Senyum mengembang di bibirnya karena akhirnya ia berhasil menemukan Freya Amelia. Siapa sangka jika takdir mempertemukan mereka lebih cepat dari yang ada di dalam pikirannya. Malam di mana ia memutuskan untuk mengajak Sophie makan malam di sebuah hotel menjadi malam di mana dia melihat Freya untuk pertama kalinya setelah sekian lama. Ada amarah yang telah melebur menjadi satu dengan darahnya ketika ia harus menyaksikan bagaimana pria tambun itu menyiram Freya dengan minumannya. Hingga tanpa sadar kedua tangannya terkepal erat. Hati kecilnya ingin sekali melayangkan tinjunya ke wajah pria itu. Namun, David bertahan. Saat ini dia bukanlah siapa-siapa bagi Freya. Karena David ragu jika Freya masih mengingatnya.   Belum lagi Sophie yang berada di sisinya. Akhirnya yang bisa dilakukan David hanyalah berdiam diri dengan tangan terkepal erat ketika melihat pemandangan itu.  Tapi kejadian siang itu berbeda, David tidak mampu bertahan ketika tanpa sengaja dia melihat Freya kembali menjadi korban. Sambil menahan emosi David mendekatinya dan membelanya dengan mengatasnamakan karyawan. Pertemuan ini juga yang membuat dia yakin jika Freya tidak mengingat dirinya sama sekali. David merasa terpukul sekaligus lega. Terpukul karena Freya tidak mengingatnya sedikitpun dan lega karena Freya telah berubah menjadi sedikit lebih kuat dari pikirannya. Karena biasanya perempuan itu selalu berlari ke dalam pelukannya untuk mencari perlindungan. Kali ini tidak seperti itu. “David…” panggil Sophie untuk kesekian kalinya. Sejak tadi ia bercerita panjang lebar kepada suaminya yang duduk di sisinya sambil memandang layar laptop. Kegiatan yang terkadang mereka lakukan sebelum tidur. Padahal sudah berapa kali Sophie mengeluh untuk tidak membawa pekerjaan ke tempat tidur mereka. Tapi David selalu beralasan jika saat ini dia adalah seorang direktur yang mempunyai tanggungjawab atas empat ratus karyawan. “Kamu tidak mendengar ceritaku?” David membersihkan tenggorokannya. “Aku dengar kok.” “Kalau begitu bagaimana pendapatmu?” tanya Sophie tidak sabar. “Kalau kamu yakin dan suka, kenapa tidak? Lakukan saja.” Senyum mereka di bibir Sophie. Sikap mendukung ini yang disukai Sophie. Apapun yang Sophie ingin lakukan, selama itu tidak merugikan David akan selalu mendukungnya. Seperti keinginannya kali ini untuk membuka salon kecantikan dan David mendukungnya. “Baiklah. Kalau begitu akan mulai mempersiapkannya. Aku sudah menemukan lokasi yang tepat,” katanya bersemangat lalu menyandarkan kepalanya ke atas bahu suaminya. Di sisinya David mengecup rambut Sophie dan memutuskan untuk mengakhir kegiatannya dan membawa istrinya terbang ke surga dunia yang selalu membuat Sophie semakin mencintai suaminya. *** Freya memandang Bagas dengan kerutan di dahinya yang sedang duduk di hadapannya. Siang ini dia menerima undangan pria itu dengan alasan untuk meminta maaf karena perbuatannya Freya-lah yang harus menerima akibat dari perbuatannya. Atas niat baik ini makanya Freya setuju menerima ajakan Bagas. Kedai kopi yang terletak tak jauh dari kantor menjadi pilihan mereka. Meski tidak terlalu besar tapi kedai ini selalu membuat siapa saja yang datang ingin kembali datang berkunjung. Musik tanah air terkini yang mengalun merdu memenuhi seluruh ruangan. Area bebas rokok yang terletak di teras memperlihatkan keindahan ibukota menjadi tempat favorit seluruh pengunjung. Di situlah Freya dan Bagas memilih untuk duduk bersama. Setelah memesan Macchiato untuk dirinya sendiri, sedangkan Bagas memesan Americano mereka pun memulai inti percakapan dari tujuan mereka datang ke sini. “Maafin aku ya, mbak. Gara-gara aku, mbak Freya harus terlibat dalam masalah ini,” ucap Bagas tulus. “Nggak apa-apa kok. Lagipula itu kan memang sudah tugasku dan kejadian seperti ini bukan pertama kalinya terjadi. Kamu sendiri juga pernah mengalaminya, kan?” jawab Freya santai. Ia sudah mendengar alasan Bagas melakukan penipuan itu karena ia membutuhkan uang itu untuk biaya operasi ibunya yang memiliki kanker p******a. Sementara ia sudah melakukan pinjaman ke koperasi kantor dan tidak bisa melakukan pinjaman lagi, hal inilah yang membuatnya terpaksa melakukan penipuan. “Aku tidak enak sama mbak Freya padahal mbak tidak salah apa-apa.” Hati Bagas merasa bersalah. “Aku menyesal dan benar-benar minta maaf.” “Sudah aku maafkan kok. Jadi kamu tidak perlu minta maaf lagi. Sekarang bagaimana kabar ibumu?” sahut Freya menenangkan hati Bagas. “Operasinya lancar mbak. Ibu sudah lebih sehat.” Freya mengangguk mengerti. “Apakah kamu sudah menemukan pekerjaan baru?” tanya Freya lagi. Bagas menggelengkan kepalanya. “Belum mbak. Masih mencari.” “Pelan-pelan saja. Seperti kata pepatah biar lambat asal selamat. Aku yakin kamu pasti bisa menemukan pekerjaan yang lebih baik. Asalkan kamu tidak melakukan kesalahan yang sama,” katanya mengingatkan. “Baik mbak dan terima kasih atas sarannya,” jawab Bagas dengan senyum di bibirnya. Setidaknya untuk saat ini hatinya sudah terasa lebih ringan dari sebelumnya. Meski menyesal dan merasa malu tapi ia bersyukur karena Freya dapat memaafkannya. Dalam hati ia berjanji untuk tidak melakukannya lagi dan berusaha untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Selesai makan Freya berjalan menuju kantor. Tiba-tiba terdengar suara klakson di dekatnya. Freya menoleh ke sumber suara dan menemukan wajah Robby dari balik kaca jendela mobil miliknya. “Butuh tumpangan, nona?” Freya tersenyum. “Kali ini aku tidak akan menolak.” “Good. Masuklah,” jawab Robby bersemangat. Ketika Freya masuk ke dalam mobil tanpa ia sadari seseorang memandang semua itu dalam diam. Hatinya campur aduk. Antara cemburu dan bertanya-tanya. Ada hubungan apakah diantara mereka? ***  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD