POV AUTHOR Di hari terjunnya Farah ke sungai yang cukup dalam dan juga deras. Tidak ada saksi mata lain yang melihat langsung saat Farah melompat dari jembatan ke sungai. Kecuali, seorang ibu warung yang langsung menjerit histeris. Sayangnya, kemana deras arus sungai membawa tubuh mungil Farah tidak ada yang mengetahuinya. Tubuh itu terombang-ambing di derasnya arus sungai, sampai terbentur bebatuan yang berada di sisi sungai. Tubuh itu juga, tidak tampak cukup terisi tenaga agar bisa melawan arus. Besar kemungkinan, tubuh Farah sudah kehilangan kesadarannya karena lubang hidung dan telinga yang terus tertutup oleh air sungai. Tak jauh dari titik lompatnya Farah, terdapat sebuah gundukan bebatuan yang di gunakan untuk menahan tanah sungai agar tidak terkikis oleh derasnya air. Di sepanj

