Season 2: Serangan Mendadak

1370 Words

POV AUTHOR "Makanlah, setelah ini kita jalan lagi. Jangan sampai kamu kehabisan tenaga di tengah jalan. Aku tahu kamu anak yang kuat, anak muda." Ucap nyai Roro dengan wajah sedihnya yang terus menatap dalam ke arah Farah. "Baik nyai. Terimakasih sudah mau menolongku." Balas Farah dengan senyuman manis yang untuk pertama kali dia tunjukkan di hadapan nyai Roro. Nyai Roro tidak lagi membalas perkataan Farah. Dia kembali melahap burung bakar yang berada dalam genggamannya dengan nikmat. Sesekali matanya terus awas menatap kesana dan kemari. Dia terus waspada akan kedatangan Deni dan para kurawanya yang bisa saja muncul secara tiba-tiba. "Jalan sekarang." Ucap nyai Roro saat burung bakar yang ada dalam genggaman Farah sudah habis tak bersisa. "Baa.. Baaikkk nyai." Balas Farah sambil men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD