TEGURAN STEFANY

1070 Words

Stefany berdiri di dasar tangga dengan menatap sang putra sulung yang baru saja menutup pintu depan. Kian berjalan masuk dan terperanjat mendapati sang bunda menatapnya dengan raut wajah tak terbaca. Kian menelan salivanya kasar, ia kemudian bertanya, "Bunda sejak kapan berdiri di sana?" "Cukup lama sampai Bunda bisa dengan jelas mendengarkan perkataanmu terhadap wanita muda itu," jawab Stefany dengan datar. Kian berdecak dengan berkacak pinggang. "Dia w************n, Bunda," ujar Kian. Stefany memicingkan matanya sehingga alisnya terangkat sebelah. "w************n yang pernah kamu tiduri, bukan?" Kian menunduk tak berani beradu mata dengan sang bunda. Kembali Stefany berkata, "Ingat Kian, Ayah dan Bunda tidak pernah mengajari anak-anak kami menjadi manusia yang munafik. Jangan jadi b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD