Jaylen menatap keluar jendela restoran yang merangkap tempat menginap bernama Dunford yang berada tepat diperbatasan kota Holy Spring. Beberapa kali dirinya mendesah karena udara malam semakin dingin akhir-akhir ini ditambah lagi dengan intensitas hujan yang sering kali disertai angin kencang. Ia tidak sendiri sebetulnya dirinya sedang menunggu kedatangan sepupunya Mario Riccardo. Tepukan di bahunya dan suara bas sepupunya segera saja menyapa pendengarannya. "Bagaimana dengan usahamu mendekati Kian?" tanya Mario tanpa basa-basi. Jaylen mendesah penuh keputusasaan. "Dia bahkan benar-benar hampir mengacuhkan diriku enam bulan terakhir ini," sungutnya. "Bagaimana mungkin tubuhmu yang indah ini tidak bisa menarik perhatiannya?" tanya Mario dengan raut wajah tidak percaya. Padahal dirinya t

