"Ayu, itu namamu bukan?" tanya Kian tegas seraya menatap datar ke arah Ayu. Ayu, merespon dengan cepat menganggukkan kepalanya. "Antar kudapan dan kopi hitam ke ruang kerjaku se ka rang," titah Kian lagi, lalu meninggalkan ruang makan menuju lantai 2 ke dalam ruang kerjanya yang bersebelahan dengan kamar tidurnya. "Baik Tuan." Ayu segera menyiapkan nampan dan menu yang diminta oleh Kian. Kian menghenyakkan pinggulnya di kursi kerjanya, sembari mempelajari beberapa dokumen berkas kerja yang harus segera ia tanda tangani. Bertepatan dengan Ayu yang mengetuk pintu ruang kerjanya. "Masuk ...." Pandangan mata Kian tak lepas dari daun pintu yang dibuka secara perlahan dan gadis mungil itu berjalan masuk. Wajah Ayu tampak kebingungan, seraya matanya menyisiri seluruh penjuru ruangan yang t

