Bab 58-Sesak Napas

1145 Words

"Astaghfirulloh, Abel. Kenapa bisa seperti ini, Fur?" ucap Umi Fadilla saat tiba di ruang rawat inap Abel. Wanita paruh baya itu terkejut melihat kulit wajah dan tubuh cucunya yang merah-merah dan membengkak. "Tadi dia makan seafood di Happy Land, Um. Saya yang salah, harusnya tadi saya tidak biarkan Ana membawa Abel sendirian. Ana belum bisa jadi ibu, dia masih labil." "Sekarang Ana mana?" tanya Kiai Iskandar. Bukannya mengkhawatirkan kondisi Abel, lelaki paruh baya itu justru mengkhawatirkan Ana. "Dia pulang, Bah. Saya yang menyuruhnya pulang. Saya kecewa pada Ana." "Fur, kamu gak boleh sepenuhnya menyalahkan Ana. Mungkin dia belum tahu kalau Abel punya alergi seafood." "Iya, Bah. Tapi Abel sudah bilang kalau dia tidak diperbolehkan makan seafood, harusnya Ana bisa berpikir atau pal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD