"Dewa, kapan skripsi kamu selesai?" tanya seorang lelaki paruh baya yang terbaring lemah di brankar ruang VVIP rumah sakit Bakti Husada. Lelaki muda yang duduk di samping brankar hanya bisa nyengir mendapatkan pertanyaan itu. "Papa sudah semakin tua dan hanya kamu satu-satunya harapan Papa untuk meneruskan bisnis kita. Tolong bersungguh-sungguh dan selesaikan kuliahmu, Wa," lanjut lelaki paruh baya itu lirih. "Pah, sudah jangan banyak bicara dulu. Papah masih lemah," cegah wanita paruh baya yang duduk di sisi brankar yang lain. "Mamah terlalu memanjakan Dewa. Lihatlah apa yang anak ini bisa lakukan. Kuliah sudah hampir tujuh tahun belum lulus juga. Kapan dia bisa bantu Papah," omel lelaki paruh baya itu. Dewa hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Memang selama ini hidupnya be

