Bab 39-Anugrah Terindah

1170 Words

"Bagaimana keputusanmu, Dek?" tanya Baihaqi dengan suara bergetar. Jantung ustaz muda itu seakan ingin berhenti berdetak menantikan jawaban dari Syifa. Malam itu, Kiai Iskandar, Umi Fadilla dan Furqon berkumpul di ruang tamu rumah mereka untuk menemani Syifa dan Baihaqi menindaklanjuti prihal lamaran ustaz muda itu. Sedangkan Ana, sejak sore sudah pergi bersama Ameera ke salon untuk perawatan, karena beberapa hari ke depan wanita itu akan menjadi ratu sehari alias menjadi pengantin. Sejenak suasana ruang tamu rumah Kiai Iskandar hening. Baik Kiai Iskandar, Furqon maupun Umi Fadilla tidak tahu apa yang akan diucapkan Syifa karena memang gadis itu mengatakan akan memberikan jawabannya setelah Baihaqi datang dan kini mereka semua dibuat tegang menunggu kata yang akan keluar dari mulut putri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD