Bab 42-Istri Pintar

1023 Words

"Kemarin sudah belajar dengan Abah Kiai, kan? Sudah sampai mana?" tanya Baihaqi setelah duduk berhadapan dengan Sultan. Pagi itu, Senin bakda Subuh adalah hari kedua Sultan belajar di pesantren. Sedangkan kemarin libur karena semua sibuk dengan pesta pernikahan Ana. "Sabtu kemarin, saya belum belajar apa-apa, Ustaz," balas Sultan membuat Baihaqi heran. "Maksudnya?" "Abah Kiai hanya menjelaskan tentang niat dan itu dikupas hingga waktunya habis." "Oh, begitu. Niat memang sangat penting, Sultan. Jadi, sebelum kamu mulai belajar agama, terlebih dahulu perbaiki niatmu." "Ustaz, boleh saya mengakui sesuatu?" "Tentu saja boleh. Mengakui apa?" "Saya belum bisa menjaga niat saya, Ustaz. Jujur, saya belajar salat dan membaca Al Qur'an karena saya ingin mendekati seorang wanita." Pengakuan Su

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD