"Kalau masalah ini, hanya Renjuna dan Maira yang bisa memutuskan." Umi terlihat tidak enak hati, tapi kedua wanita dan pria paruh baya ini meminta dengan sungguh-sungguh, dengan alasan hanya Renjuna yang cocok untuk putri mereka tanpa memperdulikan status Renjuna apa sekarang? Lalu mereka berusaha menjatuhkan Maira dengan membawa rumor-rumor buruk yang menyebar tentang Maira. "Itu benar, keluarga umi tidak perlu mengeluarkan biaya banyak. Biar kami yang mengurus biayanya." Kebetulan Umi hanya sendiri di rumah. Abah pergi ke pesantren seperti biasa, lalu Renjuna dan Maira belum kembali dari tadi pagi. Sekarang Umi yang pusing mengurusi permintaan dari rekan sesama pendiri pesantren. Dia meminta untuk menikahkan Renjuna dengan anaknya, padahal umi sudah bilang kalau Renjuna sudah menika

