Bab 42

1242 Words

Bisa dibilang sekarang Maira sedang menikmati masa pengantin baru. Walaupun kemarin Renjuna sudah klarifikasi tentang ucapannya. Tapi Maira masih agak sedikit ragu, karena sikap Renjuna ya biasa aja, masih tetep mengomel ketika Maira agak sulit dibangunkan. "Ini sudah mau jam delapan pagi, kamu harus bangun. Saya gak tau apa yang kamu kerjakan sehingga tadi malam begadang," ujar Renjuna. Suara Renjuna bagaikan suara nyamuk yang berdengung. Hingga Maira jadi semakin malas untuk bangun. "Astagfirullah Maira, saya tidak tau bagaimana caranya membangunkan kamu dengan cepat?" Renjuna frustasi sendiri namun tetap berulang kali menggerakkan tubuh Maira. Beruntung dia sedang tidak salat, setidaknya Renjuna tidak akan menggunakan cara keras untuk membangunkan Maira. "Hari ini kamu bukannya mau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD