Maira terbengong merasa tadi malam itu hanya mimpi belaka, karena memang tidak terasa seperti kenyataan. Seakan Maira masih terperangkap di dalam mimpi indah. Ternyata benar, kita tidak boleh menyiapkan masa depan yang bahkan belum terjadi dengan matang. Karena masih ada kemungkinan-kemungkinan lain. Sama halnya dengan Maira yang sudah bersiap tidak akan menikah, karena tidak ingin berada dalam keluarga yang sama untuk kedua kalinya. Namun kedatangan Renjuna seakan membalikkan perasaan Maira. Membuat Maira berpikir bahwa memang kehidupan pernikahan itu tidak seperti yang kita duga. Tergantung bagaimana nasib kita dan di keluarga seperti apa kita berada. Pagi ini Maira juga terbangun tidak melihat keberadaan Renjuna. Seingatnya Renjuna sempat menemaninya tidur sembari mengusap perut Ma

