In Office

910 Words
Dua minggu sudah berlalu stelah kejadian dimana Rehan memboyong Ciara dan Jasmine dari club kerumah mereka masing-masing Ciara benar-benar takut untuk datang kerumah Jasmine meskipun Jasmine sudah berulang kali mengatakan jika kakaknya itu tidak memgatakan apapun tentang malam itu pada orang tua mereka Bukan hanya takut pada umi dan papah Jasmine, Ciara juga takut pada Rehan. Tatapan Rehan mampu membunuhnya Tapi pagi ini, Ciara putuskan harus benar-benar berani kerumah Jasmine, yang mana ia harus mengambil mobilnya, Danu sudah berulang kali bertanya dimana mobil kesayangan anak gadisnya itu yang ia belikan saat Ciara ulang tahun sembilan belas tahun Berulang kali juga Ciara berbohong kalau mobilnya berada di basmen parkiran apartemen terakhir kali ia tinggal saat bersama Jasmine malam itu, karena mereka di jemput oleh pacar Jasmine, dan Ciara belum sempat mengambil mobilnya Selama dua minggu itu juga Ciara menggunakan mobil koleksi papahnya yang lain, untuk bisa ia gunakan kesana kemari "Siang nanti gw kerumah lo ya jas, stelah praktikum gw selesai" Ucap Ciara disambungan telpon pada sahabatnya itu "Ngapain" "Ya ngambil mobil gw la bangke, gw udah ditanyain bokap mulu nih, males bohong berulang kali gw sama beliau, takut dosa" Ucapnya yang malah dapat cekikikan dari sahabatnya "Mobil lo gak ada di rumah gw Ciara, di kantor mas Rehan, katanya biar lebih aman, biar umi gak banyak tanya, lo tau sendirikan gimana umi gw" Ucapnya menjelaskan panjang lebar Setelah panggilan terputus, Ciara melanjutkan perkuliahannya sampai selesai, sebelum ke kantor Rehan ia akan peluang terlebih dulu kerumah untuk mengganti pakaian, rupanya sore nanti ia diajak nongkrong oleh teman satu komplek nya ** "Mau bertemu siapa ya mbak" Tanya seorang wanita, yang ternyata sekretaris Rehan "Mas Rehannya ada" Ciara kembali bertanya dengan nada yang tak kalah sopan Wanita yang menjadi sekretaris Rehan pun langsung menjawab pertanyaan Ciara, "ada mbak, tapi apakah mbak sudah ada janji dengan pak Rehan" Pertanyaan wanita itu mampu membuat wajah Ciara pias, ia lupa mengatakan pada Jasmine untuk menyampaikan pada Rehan jika ia akan mengambil mobilnya ke kantor laki-laki itu, namun belum sempat Ciara menjawab, wanita itu lebih dulu mengatakan bahwa ia akan menghubungi Rehan lebih dulu, menanyakan kalau ada yang mencarinya "Atas nama siapa mbak" "Ciara" "Mbak Ciara pak" Wanita itu mengulangi apa yang Ciara katakan, belum sampai dua detik setelah panggilan terputus, Ciara diperbolehkan masuk kedalam ruangan Rehan Tidak seperti dugaan Ciara pada Rehan yang Sedang sendirian di ruangannya, ternyata ada juga ketiga temannya Rehan yang sedang mengobrol dengan Devan, sementara Edo dan Sandy sedang mabar game online di ponsel mereka masing-masing Keempat laki-laki itu menatap Ciara kaget, tapi hanya Rehan yang menatanya sekilas, Ciara juga sudah bisa memastikan kalau teman-teman Rehan itu Om-om hidung belang semua, lihat saja sekarang. Melihat Ciara sudah seperti menatap rendang yang ingin disantap "Ini yang kemarin sama adik lo, si Jasmine kan Re" Tanya Devan yang menatap Ciara dan Reham bergantian "Hmm" "Duduk dulu Ciara" Rehan mempersilahkan Ciara untuk duduk di salah satu sofa single yang ada di ruangannya Ciara hanya menurut, memainkan kuku panjangnya sembari menunggu Rehan selesai pada urusannya, tapi Ciara malah mendapat pertanyaan pertanyaan yang Kurang penting menurutnya dari teman-teman Rehan "Oh namanya Ciara, cantik ya namanya kaya oranya" "Aku Edo, dan ini sandy, kita udah lama temenan sama mas Rehan, kalau Ciara sudah lama temenan sama Jasmine" Tanya edo yang kini sudah lebih fokus pada Ciara ketimbang ponselnya yang masih menampilkan gamenya "Sudah om" Jawab Ciara, yang malah mendapat tawa dari Devan dn Sandy "Eh, jangan om dong Ciara. Panggilnya sama aja kaya kamu manggil Rehan, kita seumuran kok, walaupun tua aku dikit hehehe" "Sae lu buaya zaman orook" Sandy menimpali, belum sempat Edo melancarkan aksinya lebih jauh, Suara rwhan lebih dulu terdengar di sudut ruangan "Ini kunci mobil kamu" "Kalian balik deh, gw mau balik. Jam kerja juga udah selesai" Ucap Rehan yang membereskan barang-barangnya "Ciara mau kemana habis ini" Kali ini Devan yang bertanya, tatapan Reham yang tajam tidak. Membuat laki-laki itu takut, malah gencar mengganggu Ciara "Mau nongkrong mas, sama temen-temen" Jawb Ciara seadanya "Waaah, pantes udah cantik aja begini yaa" Lagi-lagi Edo buaya darat ikut saja yang menyangkut Ciara "Kamu duluan saja, nanti saja menyusul" Rehan yang memotong ucapan Edo sembari menyerahkan kunci mobil pada Ciara yang ada di hadapannya Sampai di parkiran, Rehan belum juga menampakkan barang hidungnya, akhirnya Ciara memutuskan untuk membalas pesanmu text yang dikirimkan di grup chat komplek nya kalau ia akan sampai sekitar lima belas menitan lagi, karena jarak kantor Rehan dengan Cafe yang akan ia kunjungi cukup dekat "Mobilnya sebelah sana" Ucap Rehan yang membuyarkan fokus Ciara, gadis itu dengan cepat menyimpa ponselnya ke dalam tasnya Mengikuti arah jari telunjuk Rehan, Ciara sudah bisa melihat dimna mobilnya terparkir, yang ternyata bersebelaydengan mobil Rehan Untuk sampai pada mobil keduanya, mereka harus berjalan beriringan, Lagi-lagi jantung Ciara berdebar tak karuan, ia sudah seperti pulang kerja bareng dengan sang kekasihnya Belum sempat Ciara membuka pintu mobilnya, suara Rehan lebih dulu meminta fokus pada telinga dan matanya "Lain kali jangan seperti itu, itu tempat berbahaya untuk kalian berdua, berkunjunglah ke tempat-tempat seusia kalian" Ucapnya menatap lurus Ciara "Iya Maas, maaf ya" Setelah berkata demikian, keduanya berpisah ke mobil merek masing-masing Sebelum kedua benar-benar ke dalam mobil, Rehan sempat Melihat Ciara yang sedang bermain ponselnya cukup lama, ia memperhatikan Ciara dari atas sampai bawah, itu terhitung berulang kali Rehan lakukan Rehan yang tersadar seperti orang gelapan saat Ciara melihat kearahnya balik, ia buru-buru masuk ke dalam mobil, dan meninggalkan Ciara yang masih mematung memperhatikan mobil Rehan yang terus menghilang dari pandangannya *****
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD