Club Jakarta

1311 Words
????? ??????? ???????? ?? Pagi-pagi sekali Ciara sudah sampai di kediaman Berahim, Meja makan yang sudah bisa Ciara rasakan hawanya begitu menyayat hati Ciara sebagai anak broken home "Kok Ciara jemput kamu sayang" Tanya manda pada putri bungsunya itu, yang sedang meminum tandas s**u cokelat buatan manda "Iya umi, sengaja Jasmine suru jemput" "Loh kenapa, biasanya mas Rehan yang ngantar kamu, lagian searah kok kampus dan kantor mas Rehan" Lagi-lagi umi lebih detai menanyakan sesuatu yang menurutnya menyimpang dari jalan pikirnya "Sengaja umi, biar bangun pagi si Ciara. Kalau gak Jasmine suruh jemput, pasti dia telat telat ke kampusnya" Ucap Jasmine yang memeriksa kembali isi tas ransel yang ia bawa "Tetap umi gak suka ya sayang, kasian Ciara kalau harus bangun pagi pagi terus ngejemput kamu. kasian la dia, jangan ngerepotin Ciara kaya gitu, kan kamu ada mas Rehan" "Iya umii, maaf yaaa" Jasmine segara memutus perdebatan pagi ini dengan uminya dengan kata maaf, ia sangat malas jika harus adu mulut dengan uminya yang satu ini terlebih hari masih pagi Manda hanya menganggukkan kepalanya, sementara Jasmine sudah menebar senyum manisnya membuat orang diabetes yang melihatnya "Eh kak Erina, baru pulang kak" Tanya Ciara yang baru saja keluar dari mobilnya sudah disambut kehadiran Erina yang juga baru keluar dari balik mobilnya "Iya ni, lembur. Aku duluan ya Ciara" Erina yang berpamitan pada Ciara yang berjalan kearah meja makan sementara Erina menaiki anak tangga, menuju kamarnya Di meja makan manda, sebagai ibi mertua Erina hnya menatap tak suka pada menntunya itu. Bagaiamana tidak, Erina yang pergi pagi pulang pagi, sementara anak laki-lakinya jarang sekali mendapatkan perhatian khusus dari istrinya yang sibuk dengan karirnya Melihat wajah manda yang berubah masam Ciara menjadi tak enak, meskipun ia tahu penyebabnya bukanlah dirinya melainkan Erina "Jas, kita agak cepet aja kali ya, soalnya gw perlu ngeprint tugas yang kemarin belum selesai" Ucap Ciara yang duduk di sebelah Jasmine yang sibuk dengan tas ranselnya "Hmmm, gw juga udah selesai kok, yuk berangkat" Ucapnya yang berdiri meraih semua barang bawanya "Eh eh, Ciara udah sarapan emangnya. Sarapan dulu la, masih banyak masakan umi lo" Manda yang heboh sendiri sebab sahabat putrinya itu tidk tau sudh sarapam atua belum Saat sedang menimbang-nimabng, sarapan atau tidak. Rehan yang mu cul dihadapan Ciara dengan tatapan elangnyaembuat Ciara mengundurkan niatnya "Ciara udah sarapan kok umi di rumah, kita langsung berangkat aja ya umi, pah" Ucap Ciara berpamitan pada kedua orang tua Jasmine "Mas, aku berangkat bareng Ciara ya hari ini, lain kali bareng Mas Rehan deh, babay mas reee" Sifat manja Jasmine pada rehan meskipun usi gadis itu sudah menginjak dUa puluh tahun Rehan hanya berdeham, mengiyakan ucapan adik kesayangannya itu, ternyata rehah juga tidk ikut sarapan, ia hanya memenggal s**u cokelat buatan uminya stengah, ia harus segera ke kantor, pukul tujuh pagi nanti ada meeting penting yang harus ia hadiri Ciara maupun Jasmine benar-benar berangkat ke kampus, tapi stelah keperluan ciara selesai mereka pergi kembali ke kediaman Ciara Sore nanti mereka ada acara, jadi Ciara tidak mengantarkan langsung Jasmine kerumahnya, melainkan menyusun rencana terlebih dahulu pada sahabatnya itu, bagaimana rencana ael mereka apakah mereka akan tetap melakukannya atau tidak "Erina kemana si kamuuu" Rehan sudah setengah jam lebih menghubungi nomor istrinya itu, tapi tak kunjung mendapatkan balasan Rehan ingin berpamitan pada Erina kalau ia masih memiliki pekerjaan yang harus ia selesaikan hari ini di kantor, kemungkinan ia akan pulang terlambat, tetapi sejak Erina sngat sush kali di hubungi Rehan tidak tau saja kalau istrinya itu sudah bergelut ke alam mimpi. Punya sejak makan siang tadi, Erina mengunci dirinya di dalam kamar, malas jika bertemu ibu mertuanya harus mendengarkan manda yang terus menerus memaksanya untuk berhenti di dunia modeling ** Pukul delapan malam Ciara dan juga Jasmine sudah cantik dengan stelan mereka dengan stelan hitam-hitam  Jasmine tampak lebih ramping dengan stengan hitam-hitam, terlihat manis dengan kulitnya yang kuning langsat  Ciara yang terlihat lebih kontras dengan setelan hitam-hitam. kulitnya yang putih bersih, seperti orang cina. Badan Ciara yang berisi membuat pakaiannya tampak lebih cocok ia kenakan, kesannya Ciara jauh lebih sexy menggunakan pakaian serba hitam seperti itu Ciara melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, membelah jalan kota jakarta di malam hari Malam ini mereka akan pergi ke salah satu club yang ada di ibu kota jakarta, club itu sedang mengadakan acara, tentunya acara itu mendatangkan pemain dj, dance dan juga penari striptis dari internasional Dua remaja yang beranjak dewasa itu yang mendengar informasi dari teman-teman kampusnya, langsung ingin tahu, bagaimana suasana dunia malam sekaligus tarian striptis Tanpa membuang waktu, perjalanan tiga puluh menit cukup untuk Ciara dan Jasmine sampai pada club yang begitu ramai pengunjung karena acara yang berlangsung Untuk bisa masuk menyaksikan berbagai pertunjukan didalam sana, Ciara dan Jasmine harus mengeluarkan uang sebesar tujuh ratus ribu rupiah, tentu itu bukan hal yang berat bagi keduanya Ciara memilih bangku yang tidak terlalu pojok namun juga tidak di tengah, tapi bangku yang dipilih oleh Ciara mampu dengan jelas melihat ke depan, tentunya mereka ingin melihat tarian striptis yang kerap dibicarakan dikalangan seusia mereka sekarang ini Acara demi acara sudah belangsung, kini yang ditunggu-tunggu oleh Ciara dan Jasmine, yaitu tarian striptis, club begitu ramai sekali pengunjung, stelah musik menyambut penari-penari striptis sudah memekkan gendang telinga, semua orang yang ada di club bersorak riang bersamaan dengan munculnya penari striptis Ciara juga ikut bertepuk tangan, tetapi tidak seheboh orang-orang lainnya, ia menyesap minuman yang ia pesan rendah alkohol, sementara Jasmine hanya memesan jus jeruk, ia tidak biasa meminum minuman meski itu rendah alkohol sekalipun Jasmine maupun Ciara tertawa lepas saat melihat beberapa penari striptis itu berpasangan lelaki yang tampak telanjang bulat, hingga menampakkan benda pusaka mereka yang panjang dan berurat Dalam keadaan seperti ini, bukannya merasa jijik Ciara malah membayangkan benda pusaka milik rehan yang ia lihat beberapaa hari lalu, sungguh gila sekali. Membayangkan milik Rehan saja membuat Ciara panas dingin, apa lagi dihadapannya langsung "Jasmine" Baru saja pikiran Ciara mulai mereda untuk tidak membayangkan laki-laki itu, tapi kini ia sudah muncul dihadapannya dengan pakaian formal serba hitam, pakaian yang Ciara lihat pagi tadi di meja makan "Mas Rehan" Jasmine yang kaget melihat kakak laki-lakinya berada di hadapannya, sementara Rehan yang di sebut namanya hanya menampilkan wajah datar dan tatapan elangnya "Pulang sekarang" Ucapnya tanpa bisa dibantah oleh Jasmine maupun Ciara "Dev, gw balik duluan ya. Nih bocah-bocah baru besar belajar nakal" Pamit Rehan yang menyambar jas hitam nya di atas sofa "Berani-beraninya ya kamu Jasmine, mau mas aduin ke papah dan umi" Ucap Rejan yang di belakang adiknya berjalan menuju parkiran Jasmine mendengar kata papah dan umi langsung merasa ciut, sementara Ciara terlihat lebih santai. Karena yang akan bermasalah itu jasmiine dengan orang tuanya bukan dia, namanya juga anak broken home kekurangan kasih sayang. Hahahha "Jangan dong Maas" Jasmine berusaha membujuk kakak kesayangannya itu, agar tidak malakulan apa yang ia katakan tadi, bukannya menjawab ucapan jasmine Rehan malah bertanya kembali "Naik apa kalian ke sini" Jasmine maupun Ciara hanya bertukar pandang, akhirnya Ciara yang berbicara. Mengatakan kalau mereka menggunakan mobilnya sampai ke club ini Tanpa babibu Rehan meminta kunci mobil Ciara, bertepatan dengan itu teman-teman Rehan rupanya menyusul mereka ke parkiran. Disana ada Devan, Edo Dan sandy yang terlihat sok coll menatap kedua gadis yang sedang dimarahin oleh kakak laki-lakinya "Gw duluan ya gais" Ucap Rehan berpamitan pada teman-temannya yang sudah memastikan adik beserta sahabatnya sudah masuk kedalam mobilnya Selama perjalanan pulang, tidak ada yang berani berbicara,diam seribu bahasa, rehan akan mengantarkan lebih dulu Ciara ke rumahnya, setelah itu kembali kerumah mereka Tepat di depan rumah Ciara, Rehan juga dibuat speechless dengan rumah Ciara seperti pertama kali Jasmine berkunjung kerumahnya wktu SMP Ciara itu anak orang kaya raya, rumahanya saja jauh lebih mewah dibandingkan rumah kediaman Berahim, komplek perumahan gadis itu memang di kalangan elit, itu sebabnya persahabatan Jasmine dengan Ciara bertahan sampai mereka kuliah, karena mereka sama-sama anak orang kaya, hanya saja Ciara itu broken home. Gadis yang kekurangan kasih sayang dari orang tuanya *****
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD