bc

Sekretaris Gendut pilihan Nenek

book_age18+
26
FOLLOW
1K
READ
family
HE
friends to lovers
playboy
gangster
heir/heiress
drama
sweet
bxg
lighthearted
serious
campus
city
office/work place
assistant
like
intro-logo
Blurb

Pandu Dewanata CEO perusahaan besar, adalah seorang playboy yang sering kali memainkan wanita. Hingga suatu hari, sang nenek yang sudah sangat kesal, membawa sekretaris Gendut untuk menggantikan semua wanita yang ada di kantor nya. Jasmin. Seorang gadis yang memiliki tubuh kelebihan berat badan. Namun, ia begitu pintar dan juga gesit. Pandu tak bisa menolak pilihan nenek nya. Karena ia juga sangat menyayangi wanita tua itu. Akan kah Pandu berubah setelah mengenal Jasmin? Atau Jasmin pun akan masuk ke dalam perangkap nya Pandu?

chap-preview
Free preview
Bab 1 Awal mula
Tap Tap Tap Terdengar suara sepatu dari lorong yang ada di perusahaan milik keluarga Dewanata. Lorong itu begitu sepi. Tak ada satu pun wajah-wajah yang terlihat. Seorang wanita tua yang saat ini sedang berjalan, begitu tampak kesal dan di penuhi dengan amarah. Harus nya saat ini, mereka bekerja. Bukan nya berkumpul di ruangan bos mereka. Nyonya tua Rima tahu, jika seluruh pegawai di sana saat ini, berada di ruangan yang sama dengan Pandu cucu kesayangan nya. Aaaahhhh Uuuuuhhhhh "Ayo sedikit lagi." "Pelan-pelan saja. Jangan terlalu dipak-sakan. Nanti bisa sa-kit." "Uhhh,, baiklah. Tapi, aaaaah." Suara-suara itu membuat Nyonya tua Rima merinding. Ia tahu ini bukan pertama kali nya ia mendengar suara-suara seperti itu. Pandu yang merupakan seorang playboy, sudah sering sekali membawa wanita-wanita asing ke kantor nya. Nyonya tua Rima juga sudah sering sekali memarahi cucu na-kal nya itu. "Nyonya. Apa sebaik nya langsung kita dobrak saja pintu ini. Saya bisa, kok." Seorang gadis muda berbadan besar memberi saran. Ia tahu, hal itu tidak lah mudah bagi Nyonya tua Rima. Bagaimana jika di dalam sana, cucu kesayangannya itu malah sedang tidak berbu-sana. Nyonya tua Rima juga bisa malu pada Jasmin, sekretaris baru yang ia tunjuk langsung untuk bekerja di sana. "Tapi, bagaimana jika?" "Nyonya, jika tidak bertindak sekarang, maka Tuan Pandu akan terus menerus bersikap seperti ini di kantor. Apa anda mau, perusahaan ini jatuh ke tangan adik tiri anda?" Tampak Nyonya Rima sedang berpikir. Akan tetapi, belum lagi Nyonya Rima selesai bicara, Jasmin yang sudah tak sabar, langsung membuka pintu itu. Brak Tampak beberapa wanita berpakaian sek-si, sedang mengelilingi Pandu. Entah apa yang mereka lakukan di sana. Namun, salah satu wanita saat itu sedang duduk di bawah kaki Pandu. "Pandu! Apa yang kamu lakukan dengan semua wanita yang ada di sini? Jawab nenek! Apa kamu mau nenek ma-ti sambil berdiri melihat tingkah laku mu ini?" Nenek Rima dengan tongkat di tangan nya, langsung menghampiri Pandu dan memu-kul cucu nya itu dengan ku-at. "Ampun, nek! Jangan pu-kul lagi. Nenek kenapa sih? Datang ke sini langsung mu-kul aku. Ini siapa lagi? Dari mana nenek dapatkan beruang yang menggemaskan ini?" Jasmin melotot ke arah Pandu. Enteng sekali mulut nya itu bicara. Seenaknya ia mengatakan jika Jasmin adalah beruang. "Pandu. Mulai hari ini Jasmin adalah sekretaris mu. Ia yang akan membantu mu di kantor." "Nek. Sekretaris ku sudah banyak. Aku tidak membutuhkan sekretaris lagi. Dan juga, aku tidak suka wanita seperti ini. Dimana-mana ada nya lemak." "Tuan Pandu, walaupun seluruh badan ku berlemak, tapi otak ku masih baik-baik saja. Dan juga, aku lebih suka begini. Supaya anjing tidak mengejar-ngejar ku." "Maksud kamu apa bicara begitu? Kamu mau bilang jika otak ku bermasalah? Dan, aku bukan anjing." "Tidak! Bukan aku yang katakan. Tapi Tuan Pandu sendiri." "Ku-rang ajar! Kau ini! Belum juga bekerja dengan ku, tapi sudah membuat atasan mu ini kesal. Nek, aku tidak mau dia jadi sekretaris ku. Titik!" "Kalau kamu tidak mau, lebih baik kita serahkan saja perusahaan ini pada orang yang tepat. Nenek sudah lelah, Pandu. Nenek mengira, Nenek bisa ma-ti dengan tenang. Tapi nyata nya, ah sudahlah. Ayo Jasmin. Bawa aku ke rumah sakit." "Baik, Nyonya." Jasmin pun menuntun Nyonya Rima berjalan keluar. Pandu dilema. Ia selama ini hanya memiliki nenek nya. Orang tua nya meninggal beberapa tahun yang lalu. Pandu Dewanata hanya bisa bergantung pada nenek nya. Dan hal itu, membuat ia bisa berbuat sesuka nya. "Tunggu dulu! Untuk apa nenek ke rumah sakit?" "Untuk apa kamu nanya-nanya? Nenek mau menyumbang kan seluruh or-gan yang bisa di sumbang kan. Setidaknya, ada kebaikan yang nenek lakukan di dunia ini." "Tapi, apa dokter mau sama or-gan nenek yang sudah keriput itu? Nenek nggak perlu mengada-ngada deh!" "Panduuuuuuu! Dasar cucu durhaka kamu ya. Berani sekali kamu bicara seperti itu. Baiklah. seperti nya kamu memang tak bisa di ajak bicara baik-baik. Kalian semua yang ada di ruangan ini, kalian di pecat! Segera pergi dari sini sebelum kalian aku jebloskan ke dalam penjara." Wanita-wanita yang ada di dalam ruangan Pandu, berlari kocar kacir karena ketakutan. Mereka semua sebenarnya adalah pegawai di perusahaan itu. Karena cantik dan sek-si, mereka di pindahkan oleh Pandu dekat dengan ruangan nya. Sewaktu-waktu, Pandu bisa memanggil dan bisa bermain dengan mereka. "Nek, nenek tidak bisa memecat mereka." "Kenapa tidak bisa? Perusahaan ini masih belum aku berikan pada mu seutuh nya. Jika kamu tidak suka, silahkan pergi dari hidup ku. Tinggal kan semua kemewahan yang selama ini kamu dapat kan. Apa kamu bisa?" "Tidak, nek. Aku tidak bisa. Tolong maafkan aku. Aku janji tidak akan melakukan hal itu lagi." "Baru segitu saja kau sudah kalah. Ingat ya, Pandu. Mulai hari ini, Jasmin akan menjaga mu. Ia juga sekretaris mu. Jadi, kau harus bersikap baik pada nya." "Baik, nek." Pandu dengan wajah lesu, terpaksa menerima Jasmin yang gendut itu sebgai sekretaris nya. Ia tatap Jasmin dari atas hingga ke bawah. Tak ada satu pun yang bisa di pegang. Adapun yang menon-jol di tubuh nya itu, bukan hanya bo-kong dan dua gu-nung kembar. Akan tetapi, semua yang ada di tubuh Jasmin, menon-jolkan harapan yang begitu lebar. "Jasmin. Jaga Pandu. Jika ia na-kal, langsung sikat aja. Saya lebih percaya padamu dari pada dengan nya. Apa kamu mengerti, Jasmin?" "Saya mengerti, Nyonya." "Nek, apa nenek yakin dia bisa kerja? Badan nya besar pasti karena dia malas. Mana ada sih nek. Sekretaris gendut dan cupu kayak gini. Nenek malu-maluin aja deh." "Pandu! tidak boleh membantah. Dan kamu Jasmin, aku berharap banyak pada mu." "Siap, Nyonya Rima." Nenek nya Pandu keluar dari ruangan itu. Para wanita itu juga tidak di biarkan berada di sana. Kini, tinggal lah Jasmin dan juga Pandu di sana. Laki-laki playboy itu, menatap Jasmin dari atas hingga ke bawah. Ia bahkan merinding ketika melihat tu-buh sekretaris baru nya itu. Pasti ia akan di tertawa kan oleh saudara nya yang lain, jika mereka tahu rupa dan bentuk dari sekretaris Pandu saat ini. "Pak Pandu. Kita akan rapat satu jam lagi. Apa anda ingin minum atau makan sesuatu?" Pandu berpikir sejenak. Ia akan membuat sekretaris baru nya itu mengundurkan diri dengan sendirinya. "Tentu saja." Pandu menulis sesuatu. Entah apa yang ia tulis di kertas itu, Jasmin pun tidak tahu. "Pak Pandu, apa yang bisa saya bantu." Pandu bangun dari tempat duduk nya dan menyerahkan kertas yang berisi pesanan makanan dan juga minuman kesukaan nya. "Dalam waktu tiga puluh menit, semua makanan dan minuman ini, harus sudah ada di atas meja." Pandu tersenyum. Ia yakin sekali, dengan tubuh gembul sang sekretaris, pasti tidak akan sanggup untuk membeli semua itu dalam waktu sekejap. "Baik, saya permisi. Tapi, saya minta uang untuk membeli ini semua."

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
16.2K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.6K
bc

TERNODA

read
199.7K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
41.6K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
190.4K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
74.6K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook