Bab 15

1049 Words

Entah mengapa, rasanya hari itu Jasmin enggan untuk pergi ke kantor. Rasanya malas sekali untuk bertemu dengan Pandu yang tidak bisa di lawan lagi olehnya. Biasanya Pandu akan seperti anak kucing yang ketakutan ketika dimarahi oleh Jasmin. Tapi kini, ia malah berubah menjadi seorang pria yang bisa melindungi dirinya sendiri dan berani melawan. Saat Jasmin sedang berdiri di depan jendela kamar, terdengar suara seseorang yang sedang membuka pintu apartemen itu. Tidak lama kemudian, wajah Pandu pun terlihat. Ternyata ia mencari Jasmin ke sana. "Jam segini kamu masih malas-malasan dan masih mau menjadi sekretarisku?" "Apa kau ingin balas dendam, dengan bertanya hal seperti itu?" "Aku tidak seli-cik dirimu, Jasmin. Cepat siap-siap. Aku tunggu 5 menit, kita berangkat ke kantor sama-sama."

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD