Wanita yang tidak pernah di ingat nama nya oleh Nyonya Rima, terlihat begitu pucat. Beberapa tahun yang lalu, saat ia meminta Tuan Dewanata untuk bertanggung jawab, ia sudah menandatangani perjanjian berdarah. Jelas sekali di dalam surat perjanjian itu, ia tidak boleh menginjakkan kaki nya di kediaman utama Dewanata. Bukan itu saja, ia juga tidak boleh mengusik perusahan dan juga semua yang telah di wariskan pada anak-anaknya nyonya Rima. Saat itu, ia yang sudah sangat ingin menikah dengan pria kaya raya, tidak peduli lagi dengan perjanjian tersebut. Dengan cepat ia melakukan perjanjian yang di dalam nya, tidak semua ia ketahui. Wanita itu gelap mata. Apapun akan ia lakukan demi bisa menikah dengan Tuan Dewanata. Ia tidak pernah memikirkan apa yang akan ia tanggung saat ia membuat sura

