Part 32

1374 Words

Part 32 “Tapi, bukankah tadi Mas Restu bilang kalau dia hanya bisa menunggu di sana? Takut kalau istrinya melihat. Aku tidak berani, Bu. Mas Restu sudah berpesan seperti itu.” Anak kecil yang masih lugu itu berkata jujur. Semakin jengah melihat pasien yang satu ini. Wanita itu salah tingkah melihatku, lalu menatap kembali anaknya. Dilihat dari raut wajah kelihatan sekali jika dia tengah menahan sakit. Akan tetapi, bisa-bisanya masih bersikap demikian terhadapku. Aku dihadapkan pada situasi yang membingungkan. Ingin rasanya berkata kasar, tapi sadar saat ini sedang berada di lingkungan pekerjaan. Untuk sementara memilih diam mengamati dan melihat apa yang akan dikatakan oleh Marini. “Panggil saja! Bilang, Mamak lemas sekali dan tidak bisa mendaftar.” Ya Allah, seperti ini ternyata bent

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD