"Mungkin pada saat itu, kita memang belum tahu. Tapi Reygan? Dia tahu. Dia sadar akan perbedaan antara dia dengan kita. Dia memilih diam untuk menghargai kita, dia memilih berbaur dan bergaul dengan orang-orang kita. Mungkin dari sana, kita bisa simpulkan jika Nak Reygan memang pemuda yang memiliki kepribadian baik dan rendah hati," tutur bapak yang tiba-tiba menimpali percakapan Wulan dengan ibunya. Seketika kedua perempuan itu menoleh dan menatap pada pria paruh baya dengan nasihat bijaknya tersebut. "Apa yang dikatakan bapakmu benar. Kamu jangan merasa rendah diri, Neng. Keluarga ini menerima kamu apa adanya. Tugasmu hanya mengabdi pada suami dan menuruti keinginannya. Ibu percaya, Nak Reygan bisa menjadi suami yang bertanggungjawab lahir dan batin," timpal sang ibu mencoba menenang

